Ajian Brajamusti

Ajian brajamusti adalah salah satu ajian tingkat tinggi yang sangat dikenal dalam khasanah ilmu kanuragan nusantara.

Ajian ini konon hanya dimiliki oleh segelintir orang tertentu dan tidak disebarkan secara sembarangan.

Lantaran efek atau dampaknya yang sangat berbahaya jika dikuasai oleh orang-orang yang tidak mampu menjaga dan mengendalikan amarahnya, tidak disarankan bagi Anda untuk mempelajari ajian ini, lebih-lebih bila tanpa guru.

Seseorang yang menguasai ajian brajamusti tingkat tinggi akan mampu melumpuhkan lawan-lawannya dengan sekali pukulan saja.

Pukulan yang dibuat oleh tangan atau kakinya bisa membuat lawan meradang dengan luka yang sangat menyakitkan. Luka yang dihasilkan dari pukulan brajamusti adalah luka dalam yang sulit disembuhkan.

Bagi Anda yang mungkin ingin mengetahui atau mengenal seperti apa kedahsyatan ajian brajamusti ini secara lebih dalam, silakan simak artikel ini hingga selesai!

Di artikel berikut, kami akan membahas legenda, khasiat, kelemahan, pantangan, serta cara mengamalkan ajian brajamusti tersebut sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah kami lalui!

Legenda Ajian Brajamusti

Jika dirunut dari penamaannya, ajian brajamusti disebutkan pertama kali dalam kisah pewayangang Mahabrata.

Konon, ajian ini diciptakan oleh seorang tokoh sakti, putra Pandawa, yakni Bima Sena.

Oleh Bima, ajian digdaya ini kemudian diwariskan kepada putranya yaitu Gatot Kaca sebagai sarana perlindungan diri dan senjata melawan para musuh.

Asal Usul Ajian Brajamusti
Asal Usul Ajian Brajamusti via live.staticflickr.com

Dari legenda tersebut, kepemilikan ajian brajamusti terus menyebar kepada beberapa orang terpilih hingga sekarang ini.

Ajian brajamusti bukanlah aji sembarang aji.

Pemiliknya harus bisa bersikap bijaksana dan mampu mengendalikan diri.

Tanpa kesadaran dan pengendalian diri yang baik, maka ajian tersebut bisa disalahgunakan dan membawa petaka bagi banyak orang, termasuk bagi diri pemiliknya.

Bukannya tanpa alasan, ajian brajamusti memang termasuk ajian dengan daya kesaktian tingkat tinggi. Pengamal ajian ini akan memiliki tubuh yang kuat bagaikan baja sehingga kebal terhadap serangan benda tajam. Gerak tubuhnya akan berubah lincah dan sulit diterka.

Khasiat Ajian Brajamusti

Khasiat yang paling mengerikan dari ajian brajamusti terletak pada kepalan kedua tangan pengamalnya.

Jika sampai kepalan ini memukul atau mengenai tubuh lawan, maka alamat si lawan tersebut akan terkapar seraya meringis menahan sakit yang tak tertahankan. Sakit akibat pukulan aji brajamusti akan sulit disembuhkan, lebih-lebih bila pukulan itu mengenai bagian kepala.

Pada amalan ajian brajamusti tingkat tinggi, kedahsyatan pukulan yang dibuat oleh pemilik ajian ini konon bukan hanya dapat membuat tubuh seseorang yang terpukul akan koyak.

Pukulan tersebut juga diyakini bisa menyebabkan dorongan kejut dari jarak jauh.

Lawan yang berjarak 5 meter dari hadapan akan merasakan pukulan dengan kekuatan yang sama meski tubuhnya tak tersentuh sedikit pun oleh pemilik ajian ini.

Kedahsyatan Pukulan Ajian Brajamusti
Kedahsyatan Pukulan Brajamusti

Cara Mengamalkan Aji Brajamusti

Di era modern seperti sekarang ini, tentu saja banyak orang yang tidak percaya dengan beragam mitos seputar ilmu-ilmu kanuragan, termasuk dengan ajian brajamusti ini.

Meski demikian, faktanya bila kita bergaul dengan orang-orang yang mengerti, menemukan pengamal ajian brajamusti di sekitar lingkungan kita bukanlah hal yang tidak mungkin dilakukan.

Pengamal ajian brajamusti memang tidak akan memamerkan kemampuannya karena hal itu merupakan suatu pantangan yang tidak boleh dilanggar. Mereka pun biasanya hanya akan menggunakan ajian digdayanya itu pada saat yang sangat terdesak saja.

Kesabaran adalah kunci utama dalam pengamalan ajian ini, oleh karena itu semakin pengamalnya sabar, maka semakin besar pula-lah kekuatan pukulan brajamusti yang akan dihasilkan.

Pengamalan ajian brajamusti sendiri bukanlah perkara yang mudah. Untuk mempelajari aji sakti ini, seseorang harus didampingi oleh seorang guru yang sudah benar-benar menguasai beberapa ajian kanuragan.

Pukulan Aji Brajamusti
Pukulan Aji Brajamusti via 3.bp.blogspot.com

Tanpa pendampingan, maka kemungkinan besar bukannya kesaktian yang akan didapatkan, melainkan justru sebuah malapetaka.

Sebagaimana aji-aji kanuragan lainnya, ajian brajamusti juga terbagi dalam beberapa tingkatan, mulai dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi.

Semakin tinggi tingkatannya, maka semakin sulit pula syarat atau ritual yang harus dilakukan dan semakin besar pula kekuatan pukulan yang dihasilkan oleh pengamal yang menguasainya.

Ajian Brajamusti Tanpa Puasa

Pada tingkatan dasar, seseorang yang hendak mempelajari ajian brajamusti diwajibkan untuk melakukan beberapa tirakat, yang salah satunya adalah puasa mutih.

Perlu dicatat bahwa bohong bila ada orang yang mengatakan adanya ajian brajamusti yang bisa didapat tanpa puasa.

Ajian Brajamusti Tanpa Puasa
Ajian Brajamusti Tanpa Puasa via 4.bp.blogspot.com

Puasa adalah syarat mutlak yang harus dilakukan agar seseorang yang hendak mempelajari ajian ini dapat berlatih untuk mengendalikan dirinya, baik itu dari rasa lapar, rasa tersakiti, rasa amarah, dan lain sebagainya.

Tanpa bekal mental tersebut, maka dapat dipastikan bahwa orang yang mempelajari ajian ini akan mendapati kegagalan.

Berikut ini adalah beberapa amalan untuk mempelajari ajian brajamusti tingkat dasar yang kami pahami dan pernah praktekan.

Amalan ini berasal dari guru kami dan tidak dianjurkan untuk dipraktekan tanpa bimbingan dan pendampingan dari seorang yang mengerti.

1. Puasa Mutih 7 Hari

Amalan sekaligus syarat pertama yang harus dilakukan seseorang yang ingin menguasai ajian brajamusti adalah melakukan puasa mutih sebanyak 7 hari.

Puasa mutih adalah puasa yang dilakukan dengan tidak memakan atau meminum apapun kecuali nasi putih saja (tanpa garam) dan air putih.

Dalam tujuan menguasai ajian brajamusti, seseorang harus berpuasa dengan ketentuan yaitu,

Pada hari pertama ia diperkenankan makan nasi sebanyak 7 kepal kecil dan minum 7 gelas air saja.

Di hari kedua, ia diperkenankan makan nasi sebanyak 6 kepal dan minum 7 gelas air. .. dan

Begitu seterusnya (dikurangi 1 kepal dan 1 gelas) hingga hari ketujuh.

2. Puasa Ngebleng

Setelah melaksanakan puasa mutih selama 6 hari, puasa mutih pada hari ke tujuh dilakukan sembari tidak tidur di malam harinya.

Puasa ini bisa dibilang mirip dengan puasa ngebleng. Bedanya hanya terletak pada ketentuan buka puasanya yang hanya diperbolehkan makan sebanyak 1 kepal nasi dan minum 1 gelas air putih saja.

3. Membaca Doa Amalan Aji Brajamusti

Selama menunaikan puasa mutih dan puasa ngebleng, seseorang tidak boleh telat menunaikan sholat wajib 5 waktu.

Sholat harus dilakukan tepat waktu dan tidak boleh diqodo maupun diqashar. Setiap kali selesai menunaikan sholat dan wirid, diharuskan membaca doa ajian brajamustri sebanyak 21 kali. Lafal doa atau mantra ajian yang dibaca adalah sebagai berikut.

Tereptrep ing awakku, gebar-gebyar panuwunku, kade gerah subawaku, kade gunting drijiku, watu item ing tanganku, sang katrajang remuk ajur mekso ilang tanpo bayu, hiyo aku braja musti, Laa Ilaha Illalloh Muhammadarrosululloh.

Ajian Brajamusti Tingkat Tinggi

Mohon maaf!

Bagian artikel ini sengaja dihapus oleh administrator karena khawatir akan disalahgunakan oleh beberapa pembaca.

Aji brajamusti tingkat tinggi hanya diperkenankan untuk dipelajari oleh orang-orang yang sudah benar-benar siap secara lahiriah maupun batiniah.

Ajian Brajamusti Tingkat Tinggi
Ajian Brajamusti Tingkat Tinggi via Kisahasalusul.blogspot.com

Pantangan Ajian Brajamusti

Sama seperti ajian macan putih dan berbagai ilmu kanuragan lainnya, pengamalan ajian brajamusti juga memiliki beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar oleh para pengamalnya.

Meski begitu, pantangan-pantangan ini tidaklah seberat tirakat untuk memperolehnya. Berikut ini adalah beberapa pantangan ajian brajamusti tersebut.

  1. Tidak boleh meninggalkan sholah 5 waktu. Bila terpaksa meninggalkan salah satu sholat karena suatu halangan, wajib untuk mengqodo atau menjamaknya.
  2. Tidak boleh berlaku sombong dan menantang musuh.
  3. Tidak mengucapkan kata-kata kasar atau mengumpat.
  4. Tidak boleh makan makanan yang diharamkan oleh ajaran Islam.
  5. Tidak boleh minum minuman keras, berzina, mencuri, berjudi, atau melakukan tindakan-tindakan lainnya yang menyalahi syariat.

Kelemahan Ilmu Brajamusti

Hampir semua ilmu kanuragan, -baik itu yang tingkat dasar maupun tingkat tinggi- pastilah disertai dengan beberapa kelemahan.

Adanya kelemahan-kelemahan ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana antisipasi terhadap situasi yang tidak terkendali dari pengamalan ajian-ajian digdaya yang dilakukan tanpa kesadaran.

Dari pemahaman kami sendiri, berkaitan dengan letak kelemahan orang yang mengamalkan ajian brajamusti berada di tubuh bagian belakang.

Untuk melumpuhkan seorang pengamal ajian ini, tidak bisa bila kita hanya menggunakan kekuatan belaka. Diperlukan tirakat untuk menghasilkan senjata yang bisa membuat lawan berajian brajamusti benar-benar tak berdaya.

Tirakat tersebut yaitu dengan mempuasai sebuah bambu kuning sepanjang 1,5 meter dengan ruas berjumlah 8 selama 7 hari.

Kelemahan Ilmu Brajamusti
Kelemahan Ilmu Brajamusti via suaramuslim.net

Puasa dilakukan dengan ketentuan yang sama dengan puasa yang dilakukan untuk memperoleh ajian brajamusti tingkat dasar, begitupun dengan ramalan atau mantra doa yang dibacakan.

Bambu kuning yang sudah dipuasai itu kemudian akan bisa menjadi senjata yang melumpuhkan seluruh kemampuan kanuragan musuh yang memiliki aji brajamusti. Cara menggunakannya yaitu dengan menyabetkannya ke punggung si pemilik aji brajamusti seraya meneriakan mantra :

“Remuk ajur mekso ilang tanpo bayu, hiyo kowe si braja musti.”

Nah, mungkin itulah sedikit pengetahuan yang dapat kami bagikan berkaitan dengan kedahsyatan ajian brajamusti, ajian si gatot kaca.

Dari pembahasan mengenai legenda, cara pengamalan, kelemahan, dan pantangan-pantangan ajian brajamusti ini, semoga ada pelajaran yang bisa Anda ambil untuk kebaikan diri.

Salam!

Bagikan GRATIS :

2 pemikiran pada “Ajian Brajamusti”

Tinggalkan komentar