Ajian Lembu Sekilan

Ajian lembu sekilan adalah salah satu ilmu kanuragan murni yang banyak diceritakan dalam kisah kolosal tanah Jawa.

Ajian ini konon memiliki peranan penting bagi kemerdekaan Indonesia karena sangat membantu dalam memenangkan perang melawan penjajah.

Lewat pengamalan ajian lembu sekilan, para pejuang tanah air yang hanya bermodalkan bambu runcing sebagai senjata, mampu mengalahkan para tentara Belanda yang dibekali dengan senjata-senjata mutakhir pada masa itu.

Tubuh mereka kebal karena dilindungi oleh tameng gaib ajian lembu sekilan, sehingga peluru-peluru yang melesat dari corong bedil kompeni dan menyasar tubuh tak akan sedikitpun mampu menyentuh kulit mereka.

Kedahsyatan ajian lembu sekilan yang banyak diperbincangkan belakangan ini mendorong kami untuk mengulas sedikit pengetahuan tentang ajian digdaya ini.

Jika Anda merasa tertarik untuk mengenali ilmu kanuragan ini, silakan simak ulasan mengenai ajian lembu sekilan mulai dari sejarah, kedahsyatan, kelemahan, serta cara pengamalannya berikut ini!

Kedahsyatan Ajian Lembu Sekilan

Secara harfiah, nama lembu sekilan dalam bahasa Indonesia berarti lembu sejengkal.

Nama ini menggambarkan beberapa kemampuan yang akan dimiliki oleh pengamal ajian lembu sekilan yang akan kebal terhadap serangan senjata lawannya dan memiliki kekuatan laksana lembu atau sapi.

Saat ajian digdaya ini diamalkan pada pertarungan, tubuh seseorang akan seperti dilindungi oleh tameng gaib setebal 1 jengkal dari kulitnya. Apapun yang akan mengenai tubuhnya akan meleset atau terpental jauh karena tameng tersebut, termasuk juga pukulan dari ajian brajamusti yang telah kita bahas di artikel sebelumnya.

Kedahsyatan Ajian Lembu Sekilan
Kedahsyatan Aji Lembu Sekilan

Selain itu, seseorang yang mengamalkan ajian lembu sekilan juga konon akan memiliki kekuatan laksana lembu.

Tubuhnya menjadi berat dan sulit untuk dipindahkan, meski begitu ia justru akan merasa memiliki gerakan yang lincah dan pergerakan yang sulit ditebak sehingga akan menyulitkan musuh.

Sejarah Ilmu Lembu Sekilan

Merunut pada kisah-kisah yang disampaikan orang tua dulu, ajian lembu sekilan konon banyak digunakan oleh para pejuang tanah air untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serangan agresi militer Belanda 1 dan 2.

Para pejuang menggunakan ajian ini sebagai sarana perlindungan dari serangan senjata-senjata ampuh yang dipakai tentara-tentara NICA yang berusaha menguasai kembali Indonesia.

Akibat para pejuang menggunakan ajian lembu sekilan, tentara-tentara NICA konon sampai kalang kabut dan frustasi dibuatnya.

Tembakan yang mereka arahkan pada para pejuang selalu meleset dan tak pernah mengenai sasaran.

Jikapun mengenai, bukannya terjengkang mati, sasaran justru menjadi semakin bringas, marah, dan membabi buta untuk menusukan bambu runcing yang dibawanya pada para tentara NICA.

Lembu Sekilan Sunan Kalijaga

Tidak diketahui secara pasti dari mana asal mula muncul dan terciptanya ajian lembu sekilan hingga dikenal secara luas seperti sekarang. Kendati begitu, beberapa orang percaya jika ajian ini adalah ajian yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga pada masa penyebaran Islam di tanah Jawa bersamaan dengan penciptaan ajian macan putih.

Konon, Sunan Kalijaga menggunakan ajian ini untuk melindungi dirinya dari serangan musuh yang tidak suka dengan aktivitas dakwahnya kepada masyarakat.

Meskipun ia menyebarkan Islam lewat cara-cara persuasif, namun mayoritas penduduk Jawa yang kala itu beragama Hindu Budha tetap saja merasa terganggu dengan kehadiran ajaran agama baru yang dibawa oleh beliau.

Dari Sunan Kalijaga, ajian lembu sekilan terus menyebar dan dipelajari oleh beberapa kalangan santri abangan sebagai satu ilmu tambahan dalam menghadapi kerasnya dunia yang masih penuh dengan penindasan.

Ajian Lembu Sekilan Tanpa Puasa

Untuk menguasai ajian lembu sekilan, seseorang haruslah melakukan beberapa rialat sebagai ujian awal bagi mental dan fisiknya dalam memulai proses pembelajaran tingkat dasar.

Rialat tersebut tidaklah semudah yang dibayangkan karena sangat menguras kekuatan fisik dan kesabaran lewat puasa panjang yang begitu melelahkan.

Bohong bila ada yang mengatakan bahwa ada ajian lembu sekilan yang dapat dikuasai tanpa puasa.

Puasa merupakan salah satu cara yang bisa membuat seseorang menjadi siap fisik dan mentalnya sehingga ketika ia menguasai ajian ini, ia tidak akan berlaku sombong dan menyalahgunakan ilmu kebalnya.

Ajian Lembu Sekilan Tanpa Puasa
Ajian Lembu Sekilan Tanpa Puasa

Berikut ini rialat lengkap sebagai cara menguasai ajian lembu sekilan tingkat dasar.

Namun demikian, perlu dicatat bahwa ulasan ini dimaksudkan hanya sebagai sarana pengenalan bagi Anda yang ingin mengetahui seluk beluk dari ilmu lembu sekilan. Tidak disarankan untuk mencoba mempraktekannya, apalagi bila tanpa pengawasan guru yang sudah benar-benar menguasainya.

1. Puasa Ngidang 40 Hari

Yang pertama yaitu melalui puasa ngidang selama 40 hari.

Puasa ngidang adalah puasa yang diawali pada weton Kamis Wage.

Pelaksanaannya sama dengan puasa pada umumnya. Perbedaan terletak pada menu buka dan sahurnya yang hanya boleh berupa kulupan daun berbumbu garam. Untuk minum-pun hanya dibolehkan minum air mentah yang berasal langsung dari kendi.

2. Puasa Ngebleng 3 Hari

Selesai melaksanakan puasa ngidang 40 hari, berikutnya rialat dilanjut dengan melaksanakan puasa ngebleng selama 3 hari.

Puasa ngebleng adalah puasa makan, minum, dan tidur. Jika dilaksanakan selama 3 hari, maka selama 3 hari 3 malam itu seseorang yang melakukan rialat diak diberi kesempatan untuk makan, minum, dan tidur serta hal-hal lain yang tidak dibolehkan seperti pada umumnya aturan puasa.

3. Membaca Doa Aji Lembu Sekilan

Selama menjalani puasa ngidang dan puasa ngebleng, seseorang yang ingin menguasai aji lembu sekilan tidak diperbolehkan meninggalkan sholat fardlu dan sholat hajat setiap harinya.

Setiap kali selesai melaksanakan sholat dan membaca wirid, mereka juga diharuskan untuk mengamalkan doa aji lembu sekilan sebanyak 7 ulangan. Lafal doa yang dibaca adalah sebagai berikut.

“Bismillaahirrahmaanirrahiim. Ingsun Amatek Ajiku Si Lembu Sekilan, Rosulku Lungguh, Brahim Nginep Babahan, Kep Karekep Barukut Kinemulan Wesi Kuning, Wesi Mekangkang, Secengkang Sakilan Sadepo, Sakehing Brojo Ora Nedhasi Bedil Pepet, Mriyem Buntu, Tan Tumomo Songko Kersaning Allah.”

Kelemahan Ajian Lembu Sekilan

Segala ilmu kanuragan, pastilah memiliki suatu kelemahan.

Kelemahan-kelemahan yang ada ini dibuat oleh penciptanya agar dapat digunakan sebagai sarana antisipasi bila ada suatu hal atau kejadian di luar batas, misalnya ada seorang yang menguasai ajian tersebut melakukan tindakan-tindakan tidak terkendali.

Hal yang sama juga ada pada ajian lembu sekilan.

Berdasarkan penuturan dari guru kami, seseorang yang menguasai ajian lembu sekilan memiliki kelemahan terhadap cemeti atau cambuk yang dibuat dari pilinan pelepah pisang.

Konon, apabila seseorang yang mengeluarkan ajian ini dicambuk menggunakan cemeti tersebut, seketika tubuhnya akan lemas tak berdaya dan lumpuh seketika.

Ajian Lembu Sekilan Versi Islam

Meski doa dan rialat yang dilakukan dalam pembelajaran ilmu lembu sekilan seperti bernuansa Islam, faktanya ajian ini tidaklah bersumber dari syariat Islam seutuhnya.

Rialat-rialat tersebut masih mengandung ajaran Hindu Budha yang memang menjadi agama mayoritas masyarakat nusantara pada masa silam.

Dalam syariat Islam sendiri, tidak dikenal adanya puasa ngidang maupun puasa ngebleng. Adapun doa aji lembu sekilan yang dibaca setelah sholat, meski bernafaskan Islam, namun tak ada dalil yang menunjukan bahwa doa tersebut benar-benar berasal dari syariat Islam.

Nah, mungkin itulah sekilas penjelasan yang dapat kami sampaikan mengenai beberapa hal terkait seluk beluk ajian lembu sekilan Sunan Kalijaga.

Jadikanlah penjelasan ini sebagai sarana pengenalan semata.

Jangan mempraktekan atau mencoba-coba mempelajari ajian digdaya ini, lebih-lebih bila tanpa bimbingan dan pengawasan dari orang yang benar-benar sudah menguasai.

Semoga bermanfaat!

Bagikan GRATIS :

Tinggalkan komentar