Ajian Macan Putih

Ajian macan putih adalah salah satu ajian yang dikenal luas dalam khasanah ilmu kanuragan nusantara pada masa silam.

Ajian ini kerap diamalkan oleh seseorang untuk membuat dirinya menjadi lebih percaya diri, terlihat semakin berwibawa, dan menjadi disegani oleh setiap orang, terutama oleh para musuhnya.

Meski zaman sudah berubah dan menjadi semodern ini, ajian macan putih nyatanya masih banyak diamalkan oleh orang-orang tertentu.

Banyak pengusaha dan politisi yang kerap bersinggungan dengan dunia hitam menggunakan ajian ini sebagai antisipasi terhadap segala kemungkinan yang bisa saja terjadi dalam pekerjaannya.

Nah, bagi Anda yang mungkin memiliki masalah dengan rasa percaya diri, sehingga ingin mengenal seputar ajian macan putih ini, baik dari segi sejarah, manfaat, cara mendapatkan, hingga pantangannya, silakan lanjutkan membaca artikel ini sampai selesai!

Legenda Ajian Macan Putih

Merunut pada legenda yang beredar, ajian macan putih disebut sebagai ajian yang diciptakan oleh Prabu Siliwangi, raja Pakuan Pajajaran Pasundan yang sangat tersohor.

Macan Putih Prabu Siliwangi
Macan Putih Prabu Siliwangi via Wikipedia.com

Ajian ini diciptakan olehnya untuk mempermudah usahanya dalam memperluas wilayah kekuasaannya di dataran tanah Pasundan.

Dengan kewibawaan dan kharisma yang didapat dari ajian tersebut, beliau kemudian berhasil menaklukan beberapa kerajaan di sekitarnya dan mendirikan kerajaan yang lebih besar, yakni kerajaan Sunda Galuh.

Beliau bahkan sukses membawa kerajaan yang dipimpinnya selama 40 tahun di sekitar abad ke 14 tersebut menuju masa kejayaan.

Moksa atau meninggalnya Prabu Siliwangi di lereng utara Gunung Salak pada pertengahan abad ke 15 tidak serta merta membuat ajian macan putih punah. Ajian ini diketahui telah diwariskan kepada para pengikutnya untuk membuat kerajaan Sunda Galuh tetap disegani.

Belakangan, dari cerita yang beredar, ajian ini kemudian diamalkan kembali oleh Sunan Kalijaga untuk mempermudah usahanya dalam proses islamisasi di tanah Jawa.

Sunan Kalijaga beserta sunan-sunan Walisongo lainnya disebut telah mengamalkan ajian ini untuk membuat ajakannya ke masyarakat agar memeluk Islam dapat didengar dan diikuti.

Manfaat Ajian Macan Putih

Ajian macan putih adalah ajian berkhodam, artinya manfaat yang bisa didapatkan dengan mengamalkan ajian ini juga diperoleh dari khodam yang menempel di tubuh penggunanya.

Adapun manfaat tersebut utamanya adalah meningkatkan kepercayaan diri sehingga tampil lebih berani di hadapan orang lain tanpa rasa takut.

Kewibawaan dan kharisma akan memancar dari diri penggunanya, sehingga apa yang menjadi perkataannya akan dipercaya dan apa yang menjadi perintahnya akan segera dilaksanakan.

Sekilas, manfaat-manfaat ini tak ubahnya seperti manfaat pada khodam bambu petuk.

Namun …

Beberapa orang percaya, manfaat ajian macan putih juga berkaitan dengan kemudahan dalam hal rejeki, penangkal gangguan dari mahluk tak kasat mata, hingga sebagai sarana ilmu kebal -seperti halnya manfaat ajian pancasona.

Meski demikian, manfaat-manfaat ini tidak banyak terbukti, kecuali bila tingkatan ajian macan putih yang diamalkan adalah tingkatan yang sempurna.

Cara Mendapatkan Ajian Macan Putih Asli

Besarnya manfaat yang bisa didapat dari pengamalan ajian macan putih peninggalan Prabu Siliwangi dan Sunan Kalijaga ini membuat banyak orang berusaha mempelajari dan ingin mendapatkan karomah dari ajian ini.

Meski demikian, tak semuanya bisa benar-benar sukses mengamalkan ajian tersebut karena syaratnya memang berat dan butuh keseriusan dalam mempelajarinya.

Kendati demikian, perlu diketahui bahwa manfaat ajian macan putih sebetulnya dapat diperoleh secara alami.

Seperti diketahui, pada beberapa orang yang terpilih, khodam macan putih biasanya sudah dimiliki sejak lahir. Khodam tersebut menempel pada tubuhnya karena diwariskan secara gaib oleh almarhum kakek atau buyutnya yang juga seorang pengamal ajian ini.

Khodam Macan Putih Keturunan

Khodam macan putih keturunan yang diwariskan secara gaib biasanya akan menempel pada keturunan yang terpilih.

Jika orang yang diwarisi khodam tersebut kuat, maka ia akan menjadi sosok yang sangat berwibawa dan berkharisma, bahkan bisa menjadi pemimpin masa depan.

Namun, jika orang tersebut tidak kuat, maka khodam tersebut justru akan membuatnya sering sakit-sakitan.

Kami sendiri pernah menemukan seorang anak SD yang memiliki kharisma luar biasa.

Semua orang, termasuk guru dan teman-temannya sendiri sangat menyenanginya dan tak pernah berani memarahi atau memakinya. Karena sering sakit-sakitan orang tuanya pun mendatangi dan meminta agar kami dapat mengusut sebab musabab kejadian yang dialami anak tersebut.

Setelah kami katakan bahwa anak tersebut ditempeli khodam macan putih keturunan yang diwariskan kakek buyutnya, orang tua anak tersebut kemudian meminta kami untuk menarik khodam pada tubuh si anak, agar ia bisa normal kembali.

Sepemahaman kami, khodam tersebut memang harus ditarik, karena si anak tidak kuat menanggung besarnya energi khodam yang menempel pada tubuhnya.

Jika khodam tersebut dibiarkan terus menempel sementara tubuh si anak tidak siap, maka besar kemungkinan anak tersebut akan meninggal dunia sebelum mencapai baligh.

Wallohualam!

Doa Mengisi Khodam Macan Putih

Selain diwariskan secara turun temurun, khodam macan putih Prabu Siliwangi juga bisa didapatkan dengan pemanggilan lewat sebuah tirakat.

Tirakat atau cara mendapatkan karomah ajian macan putih sendiri sebetulnya terdiri dari beberapa tingkatan, mulai dari tingkatan dasar hingga tingkatan yang sempurna.

Doa Mengisi Khodam Macan Putih
Doa Mengisi Khodam Macan Putih via Hipwee.com

Sebelum mempelajari cara memanggil khodam macan putih, perlu diketahui bahwa syarat untuk melaksanakan dan mempertahankan ajian ini tidaklah sesederhana yang banyak dikira.

Seperti diketahui, ada beberapa orang yang mengatakan bahwa ajian macan putih bisa diamalkan secara simpel tanpa puasa.

Padahal perkataan ini mutlak tidak benar!

Untuk tingkatan yang dasar saja, ajian khodam macan putih membutuhkan syarat puasa 40 hari. Syarat ini dimaksudkan untuk menyiapkan diri dalam menyambut hadirnya karomah khodam macan putih ke dalam tubuh.

Berikut ini ritual cara mendapatkan khodam macan putih tingkat dasar lengkap dengan doa mengisi khodam macan putih yang bisa diamalkan.

1. Melaksanakan puasa 40 hari

Melaksanakan puasa sunnah selama 40 hari berturut turut dan saat berbuka tidak boleh makan makanan yang asalnya bernyawa seperti daging, telur, atau ikan.

Puasa ini dilakukan sebagai laku prihatin dan latihan untuk menyiapkan fisik dan mental jika nantinya tubuh sudah ditempeli karomah ajian macan putih. Selain itu, puasa juga dimaksudkan sebagai sarana untuk membersihkan diri.

2. Menunaikan sholat 5 waktu

Menunaikan sholat 5 waktu secara tepat waktu selama 40 hari berpuasa dan setelahnya membacakan doa mengisi khodam macan putih sebagaimana lafalnya telah ditulis di bawah ini. Doa tersebut diulang sebanyak 21 kali setiap selesai melaksanakan sholat wajib dan berbuka puasa.

Bismillahirrohmaanirrohiim. Ana sawo matang ing dadaku, suarane prabu siliwangi koyo macan kesurupan.

Bismillahi prabu siliwangi. Ingsun nyuwun panjenengen, lantaran kersaning Alloh. Lahaula walaa quwwata illabillahil aliyyil adzim.

3. Mengamalkan doa ajian macan putih

Setelah melaksanakan syarat-syarat tirakat puasa 40 hari tersebut, setiap selesai melaksanakan sholat wajib, amalkan doa mengisi khodam macan putih di atas sebanyak 7 ulangan.

Pengamalan doa ini bertujuan agar ilmu dan ajian macan putih bisa manjing dalam diri. Seiring waktu berjalan, karomah ajian ini biasanya akan semakin terasa.

Pengamalan doa juga bertujuan untuk menjaga atau mempertahankan karomah yang sudah dimiliki agar tidak hilang dari dalam tubuh.

Pantangan Ajian Macan Putih

Sama seperti ilmu kanuragan lainnya, ajian macan putih Prabu Siliwangi juga memiliki pantangan-pantangan tertentu yang tidak boleh dilanggar oleh para pengamalnya.

Meski begitu, pantangan-pantangan ini tidaklah seberat tirakat untuk memperolehnya.

Oleh karena itu, janganlah sampai melanggar pantangan berikut jika Anda tidak ingin karomah yang sudah dengan susah payah didapat kemudian hilang begitu saja.

Berikut ini adalah beberapa pantangan ajian macan putih tersebut.

  • Tidak boleh meninggalkan sholat 5 waktu. Bila terpaksa meninggalkan salah satu sholat karena suatu halangan, wajib untuk mengqodo atau menjamaknya.
  • Tidak boleh berlaku sombong dan menantang musuh.
  • Tidak mengucapkan kata-kata kasar atau mengumpat.
  • Tidak boleh makan makanan yang diharamkan oleh ajaran Islam. Makan makanan bernyawa diperbolehkan setelah melakukan puasa 40 hari.
  • Tidak boleh minum minuman keras, berzina, mencuri, berjudi, atau melakukan tindakan-tindakan lainnya yang menyalahi syariat.

Nah, mungkin itulah yang bisa kami sampaikan tentang ajian macan putih Prabu Siliwangi berdasarkan pada pengetahuan dan sedikit ilmu yang kami miliki.

Bukanlah maksud hendak menggurui, tulisan ini sengaja dibuat hanya sebagai pengetahuan untuk Anda yang mungkin tertarik dan ingin ilmu-ilmu kanuragan warisan leluhur kita.

Semoga bermanfaat!

Satu pemikiran pada “Ajian Macan Putih”

Tinggalkan komentar