Ajian Pancasona

Aji pancasona adalah salah satu ajian tingkat tinggi yang sangat dikenal dalam mitologi kolosal masyarakat Jawa.

Seorang yang menguasai ajian ini, konon akan memiliki hidup yang kekal hingga hari kiamat. Meski telah dihantam, ditusuk, ditembak, atau dipotong sekalipun, tubuhnya akan tetap kembali seperti semula tanpa sedikitpun bekas goresan luka.

Ajian pancasona konon hanya dapat dikuasai oleh orang-orang yang ilmu kebatinannya telah nyaris paripurna. Ilmu ini pun tidak bisa dipelajari sendiri, melainkan akan bisa dikuasai jika dipelajari di bawah bimbingan dari orang yang sudah menguasainya terlebih dahulu.

Selain itu, orang yang hendak mendalami ajian digdaya ini juga harus sudah memiliki mental yang kuat. Akan sangat berbahaya jika ilmu pancasona dikuasai oleh orang-orang yang bersifat dzalim.

Di zaman modern seperti sekarang ini, bila kita membicarakan ajian pancasona dan segala keampuhannya, kita mungkin akan dianggap seperti orang gila oleh banyak orang.

Namun, jika hanya sekedar ingin tahu, tentu tak ada salahnya bila kita sedikit mengulik apa saja keunikan ajian ini sebagai bahan renungan dalam meraih kebaikan hidup.

Arti Ajian Pancasona

Ajian pancasona sebetulnya memiliki nama asli Aji Pancasona Birawa. Nama tersebut berasal dari bahasa Sansekerta. Panca berarti lima, sona berarti kekuatan, dan birawa berarti raksasa atau besar.

Jika ditafsirkan secara istilah, maka ajian pancasona birawa berarti ajian yang bisa memanggil 5 kekuatan besar yang sejatinya ada di dalam tubuh setiap manusia. Kelima kekuatan besar tersebut yaitu

  1. roh,
  2. angin,
  3. air,
  4. api, dan
  5. tanah.

Kedahsyatan Aji Pancasona

Seorang yang memiliki dan menguasai ajian pancasona tidak akan mati dalam keadaan apapun, sekalipun tubuhnya dipotong menjadi 7 bagian. Jika semisal tubuhnya dipotong-potong, maka bagian-bagian yang terpisah dari tubuhnya itu akan bersatu kembali seperti sedia kala tanpa cacat ataupun luka apapun.

Bisa pula dikatakan bahwa ajian pancasona hampir mirip dengan ajian rawa rontek yang juga cukup terkenal.

Bedanya, pancasona lebih sempurna dan tingkatannya lebih tinggi sehingga jarang bisa ditemukan titik kelemahannya. Konon, sebagian pengamal ajian pancasona di masa lalu, hingga kini masih tetap hidup dan berwujud menjadi sebuah jenglot alias batara karang.

Ajian Pancasona Sunan Kalijaga

Dalam pemahaman ilmu kerohanian, ajian pancasona birawa dianggap sebagai ajian yang paling dahsyat.

Konon, orang yang bisa mendalami ajian ini hanyalah orang-orang yang telah meninggalkan segala hal berkaitan dengan urusan dunia. Artinya, ajian ini hanya bisa didalami oleh mereka yang benar-benar suci dan selalu menyucikan diri.

Legenda dalam budaya Hindu menyebutkan bahwa ilmu pancasona pertama kali lahir dari seorang resi atau pertapa sakti yang bernama Resi Subali.

Ilmu ini kemudian diwariskan kepada beberapa orang, namun di antara pewaris-pewaris tersebut, ada seorang yang telah menyalahgunakan kemampuannya dengan bertindak serakah dan melampaui batas.

…. Orang itu adalah Rahwana Raja, Penguasa Alengka Dirja.

Rahwana Si Pemilik Ajian Pancasona
Rahwana Si Pemilik Ajian Pancasona via kbknews.id

Sebagaimana dikisahkan dalam epik Mahabrata, Raja Rahwana memang tidak bisa dibunuh dengan senjata-senjata biasa. Ia baru bisa diakhiri nyawanya setelah Sri Rama menggunakan senjata sakti bernama Kyai Dangu pemberian dari Resi Subali, sang pencipta ajian pancasona.

Mantra Ajian Pancasona

Segelintir orang dalam kalangan Islam Abangan mengenali adanya beberapa rialat yang biasa dilakukan seseorang yang ingin menguasai ajian pancasona. Rialat-rialat tersebut harus dilakukan sebagai syarat mutlak dan persiapan fisik dan mental menyambut masuknya ajian digdaya ke dalam tubuhnya.

Perlu diingat bahwa rialat-rialat yang disampaikan berikut ini disampaikan sekedar sebagai gambaran saja. Belum diketahui benar atau tidaknya rialat ini sehingga tidak diperbolehkan bagi Anda untuk mencobanya sendiri.

1. Puasa Senin Kamis selama 7 Bulan

Amalan pertama adalah melakukan puasa senin kamis selama 7 bulan secara berturut-turut. Puasa senin kamis dilakukan sebagai persiapan awal untuk menjalani rialat-rialat berikutnya yang jauh lebih berat.

Dalam waktu 7 bulan itu, bila puasa tidak dilakukan secara berturut-turut, misalnya karena ada halangan sakit atau lupa, maka puasa harus diulang kembali dari awal.

2. Puasa Ngebleng 40 Hari

Selesai melaksanakan puasa senin kamis selama 7 bulan, rialat berikutnya yang harus dijalani adalah puasa ngebleng selama 40 hari berturut-turut. Puasa ngebleng yang dilakukan tanpa berbuka atau sahur selama 40 hari dimaksudkan sebagai ujian bagi seseorang agar fisiknya kuat dan mentalnya siap menerima ilmu baru.

Rialat ini tentu akan terasa sangat berat. Secara logika, tidak makan dan minum dalam waktu selama itu, maka bisa dipastikan seseorang akan mati dalam minggu-minggu awal puasanya.

3. Membaca Mantra Ajian Pancasona

Selama 40 hari melaksanakan puasa ngebleng, seseorang yang ingin mendalami ilmu pancasona diharuskan bertapa dalam kegelapan seraya membaca mantra aji pancasona yang lafalnya sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim. niyat ingsun amatek ajiku aji pancasona, ana wiyat jroning bumi, surya murub ing bantala, bumi sap pitu, anelahi sabuwana, rahina tan kena wengi, urip tan kenaning pati, ingsung pangawak jagad, mati ora mati.

Tlinceng geni tanpa kukus, ceng, cleneng, ceng, cleneng, kasangga ibu pertiwi, tangi dewe,urip dewe aning jagad, mustika lananging jaya, hem,aku si pancasona, ratune myawa sakelir.

Mantra Ajian Pancasona

Kelemahan Ajian Pancasona

Aji pancasona bukan hanya memiliki banyak kedahsyatan. Orang yang menguasai ajian ini juga harus siap dengan konsekuensi dalam hidupnya.

Ia tidak akan mati, sementara jasadnya pun tidak akan diterima bumi. Pada waktu yang cukup lama, ia akan berubah wujud menjadi jenglot atau batara karang. Tubuhnya mengecil dan terus mengecil, sementara rambut, gigi dan kukunya akan terus tumbuh.

Jenglot [Batara Karang] : Jasad Pemilik Ajian Pancasona
Jenglot [Batara Karang] : Jasad Pemilik Aji Pancasona via pusakadunia.com

Ia hanya bisa mati apabila dirinya meminta sendiri agar dibunuh. Tanpa permintaan itu, ia akan tetap hidup selama bumi masih terus berputar.

Ada juga legenda yang menyatakan bahwa seorang penganut ajian pancasona, erat kaitannya dengan hantu gundul pringis.

Ajian Pancasona Versi Islam

Beberapa orang meyakini, ajian atau ilmu pancasona terwaris secara turun temurun kepada orang-orang pilihan. Bagi masyarakat Islam abangan, Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar diyakini sebagai 2 di antara beberapa orang pilihan yang juga menguasai ilmu tersebut.

Dan seiring perkembangan zaman, pangeran Diponegoro pun konon menguasai ajian ini sehingga Belanda sangat sulit untuk memberangus perjuangannya dalam melawan penjajahan.

 Ajian Pancasona Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga Pencipta Ajian Pancasona? via elevenia.co.id

Entah benar atau tidak, faktanya kisah ajian pancasona Sunan Kalijaga, Syekh Siti Jenar, maupun Pangeran Diponegoro hingga kini masih banyak dipercaya. Meski begitu, ia tetap saja menjadi mitos yang belum terbukti kebenarannya.

Dalam ajaran atau syariat Islam yang sesungguhnya, tidak ada satu dalilpun yang menyinggung apalagi mengisahkan tentang aji-aji kanuragan, termasuk di dalamnya ajian pancasona.

Bilapun sering kali kita menemukan mantra-mantra atau ajian tertentu yang bernuansa Islam, itu tentu tidak lebih dari sekedar hasil dari akulturasi budaya nusantara dan budaya Islam yang terjadi pada masa awal penyebaran Islam di nusantara.

Nah, demikianlah ulasan yang dapat kami sampaikan berkaitan tentang ajian pancasona yang penuh misteri dan kedahsyatan.

Ulasan ini dibuat sekedar untuk wawasan semata, jadi jangan pernah berpikir untuk coba-coba mempraktikan apa yang disampaikan, lebih-lebih bila tanpa ada guru yang membimbing dan mendampingi.

Semoga bermanfaat!

Bagikan GRATIS :

Tinggalkan komentar