Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat

Sulawesi Barat adalah sebuah provinsi dengan masyarakat yang heterogen. Provinsi ini dihuni oleh masyarakat suku Mandar, Toraja, Bugis, Jawa, hingga suku Makassar yang hidup berdampingan dalam kerukunan.

Suku Mandar sendiri adalah suku asli provinsi yang beribukota di Mamuju ini. Dari populasi penduduk Sulawesi Barat yang berjumlah 1,3 juta jiwa di tahun 2015, 50%-nya diketahui berasal dari suku Mandar.

Masyarakat Suku Mandar sendiri dikenal sebagai masyarakat yang memiliki budaya maju. Ini dicirikan dengan adanya berbagai peninggalan warisan budaya leluhur yang hingga sekarang masih tetap dilestarikan. Salah satu peninggalan budaya tersebut adalah berbagai alat musik tradisional.

Nah, di artikel kali ini sendiri, kita akan membahas apa saja alat-alat musik tradisional Sulawesi Barat khas suku Mandar tersebut lengkap dengan keterangan dan gambarnya.

Kecapi Mandar : Alat Musik Melodis Khas Sulawesi Barat yang Unik

Kecapi Mandar : Alat Musik Melodis Khas Sulawesi Barat yang Unik
Alat Musik Kecapi Mandar [Auralarchipelago.com]

Di antara banyak ragam alat musik yang ada di tanah Celebes, Kecapi Mandar adalah salah satu yang menarik.

Alat musik ini sebetulnya memiliki nama asli “Kecapi Tobaine“. Karena dulunya banyak ditemukan di daerah Polewali Mandar dan sering dimainkan oleh orang-orang suku Mandar, maka oleh para pendatang ia pun lebih dikenal dengan nama Kecapi Mandar.

Keunikan alat musik tradisional ini terletak pada bentuknya. Seperti pada gambar di atas, ia tampak seperti miniatur perahu dengan 2 dawai yang menjadi sumber getaran. Ukurannya sendiri sangat variatif, namun umumnya ditemukan dengan panjang sekitar 1 sd 1,2 meter.

Meski tampak sederhana, faktanya Kecapi Mandar dianggap sulit untuk dimainkan. Hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memainkannya secara fasih.

Di masa silam, alat musik ini dimainkan di sembarang waktu setelah bekerja sebagai sarana hiburan. Namun, belakangan ini, ia kerap pula dipentaskan sebagai alat musik pengiring pada upacara atau pesta adat.

Calong : Alat Musik Sulawesi Barat yang Sederhana

Alat Musik Calong [ Kompadansamandar.blogspot.com]

Calong adalah sebuah alat musik jenis perkusi khas masyarakat Suku Mandar.

Ia terbuat dari sebuah batok kelapa, 2 bilah kayu, beberapa bilah bambu, kain sebagai penahan, dan kawat sebagai pengikat yang disusun sedemikian rupa.

Bilah bambu menjadi sumber getaran ketika dipukul, sementara batok kelapa berfungsi sebagai pengeras suara dari getaran yang dihasilkan.

Jumlah bilah bambu yang terdapat pada calong bisa berbeda-beda, namun haruslah genap. Adapun yang paling sering, calong ditemukan dalam jumlah antara 4 sd 8 bilah bambu.

Calong kerap dimainkan secara bersama-sama sebagai pengiring alat musik lainnya. Alunan ritmis yang dihasilkan Calong akan membuat pertunjukan menjadi lebih meriah.

Pakkeke : Warisan Moyang Suku Mandar

Pakkeke : Warisan Moyang Suku Mandar
Alat Musik Pakkeke [Berbudaya.id]

Pakkeke atau juga disebut Keke adalah alat musik tradisional Sulawesi Barat yang dimainkan dengan cara ditiup.

Instrumen warisan moyang Suku Mandar ini terbilang sangat unik. Bukan hanya dari bentuknya yang etnik, melainkan juga dari suaranya yang melengking ketika dimainkan.

Dulunya, Pakkeke dimainkan oleh masyarakat Mandar ketika menunggu ladang atau sawah menjelang panen. Dipercaya, dengan memainkan alat musik ini, tanaman yang dipanen nantinya dapat memberi hasil yang memuaskan.

Adapun saat ini, Pakkeke lebih sering dimainkan sebagai alat musik pengiring dalam pertunjukan tari atau upacara adat di Sulawesi Barat.

Gongga Lima : Instrumen Pukul Tangan Suku Mandar

Gongga Lima : Instrumen Pukul Tangan Suku Mandar
Alat Musik Gongga Lima [Silontong.com]

Gongga Lima biasa disebut Gongga saja.

Ia adalah sebuah alat musik tradisional Sulawesi Barat yang termasuk jenis idiopon karena dimainkan dengan cara dipukulkan ke tangan atau ke benda tertentu.

Alat musik ini terbuat dari batang bambu yang disayat sedemikian rupa sehingga tersusun 2 bagian, yaitu bagian 2 bilah bambu yang menjadi sumber getaran ketika dipukulkan dan bagian resonator yang juga berfungsi sebagai pegangan.

Gongga Lima sendiri dalam bahasa Mandar berarti “Alat Tangan”. Gongga berarti alat, sementara Lima berarti tangan. Ini sesuai dengan fungsinya yang kerap dipakai sebagai aksesoris para penari Mandar dan dimainkan dengan cara dipukulkan ke tangan.

Dilihat dari bentuk dan cara memainkannya, Gongga Lima yang ada di wilayah Balanipa, Sulawesi Barat memang tampak sama dengan alat musik Parappasa yang ada di Gowa, Sulawesi Selatan. Namun, ukuran bilahnya yang lebih besar serta penggunaannya sebagai aksesoris tari hanya ditemukan dalam budaya masyarakat Mandar.

Rawana : Alat Musik Integrasi Budaya Melayu dan Budaya Mandar

Rawana : Alat Musik Integrasi Budaya Melayu dan Budaya Mandar
Alat Musik Rawana [Adat-tradisional.blogspot.com]

Rawana dalam bahasa Indonesia berarti Rebana.

Ini adalah alat musik tradisional Sulawesi Barat yang memang bentuk dan cara pemakaiannya hampir persis sama dengan rebana yang dikenal dalam budaya Melayu.

Rawana dibuat dari kulit lembu yang direntangkan pada bingkai kayu. Ia dimainkan dengan cara ditepuk, sehingga termasuk jenis alat musik membraphon.

Pompang : Alat Musik Tiup Sulawesi Barat

Pompang : Alat Musik Tiup Sulawesi Barat
Alat Musik Pompang [Muri.org]

Alat musik tradisional Sulawesi Barat berikutnya adalah pompang.

Alat musik ini adalah jenis alat musik tiup yang terbuat dari bambu. Ia disusun dari rangkaian potongan bambu-bambu dengan ukuran besar hingga kecil. Susunan yang terbentuk dari bambu besar menghasilkan nada rendah, sedangkan yang tersusun dari bambu kecil menghasilkan nada tinggi.

Dirunut dari sejarahnya, pompang disebut berasal dari wilayah Mamasa, Sulawesi Barat. Para penggembala kerbau-lah yang mempopulerkannya. Seiring perjalanan, alat musik ini kemudian menyebar ke masyarakat luas dan digemari sebagai hiburan alternatif, baik pada upacara adat, syukuran, atau pesta panen.

Sattung : Instrumen Unik Khas Mandar, Sulawesi Barat

Alat Musik Sattung [Istov.de]

Sattung adalah alat musik tradisional Sulawesi Barat yang dimainkan dengan cara dipetik. Ia dibuat dari bahan bambu kering, dilengkapi dengan senar yang juga berasal dari bambu.

Untuk membuat sattung, dipilih ruas bambu yang panjang. Semakin panjang ruas, semakin baik kualitas sattung yang nantinya dihasilkan.

Ruas bambu ini pada pada beberapa bagian sisinya dicungkil hingga berlubang. Kulit cungkilannya dibuat sebagai senar, sementara bagian dagingnya dibuang untuk membuat lubang pada bilah bambu. Lubang ini digunakan sebagai rongga udara atau resonator ketika senar dipetik.

Senar-senar kulit bambu tersebut kemudian diberi greff atau ganjalan. Lalu, di bagian tengah ruas bambu diberi kayu tipis dan diikat untuk mengatur tinggi rendahnya nada.

Nah, mungkin demikianlah beberapa alat musik tradisional Sulawesi Barat yang bisa kami sampaikan pada kesempatan artikel kali ini. Semoga dengan pemaparan fungsi, bahan pembuatan, serta gambar dari alat musiknya masing-masing, Anda bisa memahami setiap warisan leluhur Suku Mandar ini dan tergerak untuk mulai melestarikannya. Salam!

Tinggalkan komentar