Bambu Petuk

Bambu Petuk – Dalam budaya masyarakat Jawa kuno, ada banyak benda pusaka yang dianggap memiliki tuah supranatural dengan segala kegunaannya.

Salah satu di antaranya adalah bambu pethuk atau pring pethuk.

Bambu pethuk sendiri dikenal sebagai sebuah benda magis yang punya kekuatan supranatural tingkat tinggi. Tak mengherankan jika kemudian, ia juga memiliki sebutan pusaka 1000 khodam.

Benda yang merupakan sebuah batang bambu dengan bentuk yang tak lazim ini, oleh beberapa orang dianggap memiliki beberapa kegunaan dalam memperlancar permasalahan yang ada dalam kehidupan. Manfaat-manfaat dan kegunaan tersebut dipercaya karena adanya khodam yang bersemayam di dalamnya.

Di artikel kali ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai apa dan bagaimana benda bernama pring petuk atau bambu petuk ini secara lengkap.

Bagi Anda yang ingin mungkin penasaran, silakan disimak pembahasan panjang yang berjumlah 3165 kata berikut, secara runut dan seksama.

Bentuk Bambu Petuk

Seperti telah disebutkan di awal, pring petuk memang berwujud sebuah bambu. Namun begitu, ada sesuatu yang tak lazim padanya.

Jika pada batang bambu biasa, mata tunas pada ruas bambu selalu tumbuh ke atas, maka tidak dengan bambu pethuk.

Pada pring pethuk, akan ditemukan satu mata tunas yang tumbuh mengarah ke bawah. Sementara, karena mata tunas lainnya tumbuh ke atas, maka kedua mata tunas yang saling tumbuh berlawanan ini pada saatnya akan saling bertemu.

Nama pring pethuk sendiri berasal dari fenomena pertemuan mata tunas ini.

Bentuk Bambu Petuk
Bentuk Bambu Petuk via Masterkhilman.com

Dalam bahasa Jawa, pring berarti bambu dan pethuk berarti bertemu.

Untuk diketahui, di beberapa daerah, bambu petuk juga kerap disebut dengan nama bambu sungsang.

Kegunaan Pring Pethuk

Bagi sebagian orang yang masih percaya dengan petuah leluhur dulu, bambu petuk dianggap sebagai benda keramat yang memiliki banyak sekali manfaat dan kegunaan.

Akan tetapi, manfaat-manfaat pring pethuk ini konon hanya bisa digunakan oleh orang-orang yang “mengerti” saja serta tergantung dari jenis khodam yang mengisinya.

Inilah beberapa di antara banyak manfaat bambu pethuk tersebut:

1. Kelancaran rejeki

Manfaat ini adalah manfaat yang paling banyak diharapkan oleh mereka yang berusaha memiliki pring pethuk. Tak heran, semua orang di zaman ini memang lebih ingin hidup berkecukupan dan bergelimang harta.

Konon, seorang yang memiliki pring pethuk akan mendapatkan kemudahan dalam usahanya.

  • Jika berdagang, dagangannya laris.
  • Jika berbisnis, bisnisnya lancar.
  • Jika bertani, hasil panennya melimpah.
  • Dan masih banyak lagi.

Tentu saja, semua manfaat ini bisa benar-benar didapatkan, atas seizin Alloh SWT yang berkuasa atas segala sesuatu.

Karena manfaat inilah banyak orang yang berusaha mendapatkan benda pusaka ini, meski harus berburu ke tempat-tempat terpelosok di pedalaman.

Saya sendiri pernah mengantarkan seorang pebisnis udang di Lampung untuk mencari pemilik pring pethuk dan batu merah delima di sebuah perkampungan terpencil di dekat Ujung Kulon, Banten.

Namun, sayang seribu sayang!

Meski kami sudah jauh-jauh datang dan memelas kepada si pemiliknya, tapi rupanya si pemilik tak berniat menjual benda pusaka kepunyaannya.

Si pembeli sebetulnya sudah memberi tawaran yang nominalnya bagi saya sangat luar biasa, namun pemilik pring pethuk dan batu merah delima itu tak bergeming sedikit pun. Ia mengaku takut dengan kutukan dari nenek moyangnya yang telah menitipkan pusaka wasiat itu secara turun temurun dalam keluarganya.

Kegunaan Pring Pethuk
Kegunaan Pring Pethuk via Style.jurnalx.com

2. Kewibawaan

Kegunaan bambu pethuk satu ini tak kalah banyak dicari, terutama oleh orang-orang yang ingin memperoleh kedudukan tinggi dalam pemerintahan atau politik.

Konon, seorang pemilik pring pethuk akan bisa menghasilkan kharisma dan kewibawaan luar biasa dari segala bagian di tubuhnya.

Kata-katanya akan didengar.
Gerak langkahnya akan diperhatikan.
Bahkan lirikan matanya pun akan mampu memikat siapapun yang mencuri pandang kepadanya.

3. Pengasihan

Banyak yang menganggap bahwa ilmu pengasihan sama dengan ilmu pelet. Padahal, faktanya tidak sesederhana itu.

Ilmu pelet sebetulnya adalah bagian dari ilmu pengasihan. Sementara ilmu pengasihan, punya cakupan yang lebih luas.

Sebagai contoh, seorang pedagang yang ingin dagangannya laris, bisa menggunakan ilmu pengasihan untuk menarik pembeli datang ke lapak dagangannya.

Menurut mitos yang berkembang dalam budaya masyarakat Jawa, seorang yang menggunakan ilmu pengasihan dan didampingi oleh khodam pring pethuk, akan bisa mendapatkan efek yang jauh lebih besar.

Ia akan bisa memikat siapapun untuk menuruti apa yang dimauinya.

4. Pelet

Ilmu pelet tentunya sudah tak asing lagi di telinga Anda.

Ilmu yang digunakan untuk memikat lawan jenis ini memang masih populer hingga zaman milenial sekarang ini.

Pada prakteknya, ilmu pelet sendiri sebetulnya ada banyak ragam dan jenisnya. Salah satunya dan yang paling besar keampuhannya adalah pelet menggunakan bambu petuk yang dipadukan dengan ajian jaran goyang.

Konon, seorang yang dipelet menggunakan perpaduan aji dan pusaka ini bisa benar-benar luluh hatinya dan mau diapakan saja, meski awalnya ia tak menaruh hati dan perasaan apapun kepada si pemelet.

Namun, sangat penting untuk diketahui!
Penggunaan pelet yang memadukan kesaktian khodam bambu pethuk dengan ajian jaran goyang konon bisa membawa dampak buruk bagi si penggunanya.

Seseorang yang menggunakan pelet jenis ini bisa mendapati masa depan yang buruk karena ketidakmampuannya menahan syahwat!

5. Ilmu kebal

Kegunaan pring pethuk sebagai sarana ilmu kebal termasuk jarang diketahui orang, bahkan oleh kebanyakan dari mereka yang memiliki benda pusaka ini.

Mungkin saja, hal ini sengaja disembunyikan untuk menghindari penyalahgunaan.

Faktanya,
Saya sendiri pernah bertemu dengan seorang kebal yang mengaku memperoleh kekebalan dari benda tajam karena pengaruh khodam bambu pethuk yang dimiliknya.

Jenis Bambu Petuk

Kelima kegunaan bambu petuk yang disebutkan di atas adalah kegunaan yang sifatnya umum saja.

Kegunaan yang lebih khusus sebetulnya harus dikaitkan dengan bagaimana bentuk dan jenis bambu petuknya, karena akan berpengaruh dengan kemampuan khodam yang menempatinya.

Seperti diketahui, bambu petuk memang bisa ditemukan dalam berbagai bentuk dan jenis.

Perhatikan 10 gambar jenis bambu petuk di bawah ini!

Jenis Bambu Petuk dan Gambarnya
Jenis Bambu Petuk dan Gambarnya via blackerblack21.blogspot.com

Masing-masing bentuk dan jenis ini konon memiliki manfaat dan kegunaan yang berbeda-beda pula.

Berikut jenis-jenis bambu petuk tersebut beserta gambarnya.

1. Bambu petuk gunung

Ini adalah jenis bambu petuk yang paling sulit ditemukan. Ciri-cirinya adalah bentuk pertemuan mata tunas seperti segitiga atau gunung. Karena ciri inilah ia dinamai demikian.

Bambu petuk gunung biasanya digunakan sebagai sarana penglarisan dalam dagang. Namun, ia juga dapat dipakai sebagai sarana untuk pengasihan dalam mendapat simpati orang atau sebagai pemikat lawan jenis.

2. Bambu petuk tulak

Jenis bambu petuk ini ditandai dengan cabangnya yang lurus dan saling bertolak satu sama lain. Jika cabang tersebut dibiarkan tumbuh, maka mereka akan tumbuh semakin menjauh.

Seperti namanya, bambu petuk ini konon bisa digunakan sebagai sarana penolak bala.

Konon, pada zaman dulu, para pembesar kerajaan menggunakan bambu ini sebagai alat untuk menolak segala bentuk tenung, santet, dan gangguan mahluk halus yang dikirimkan musuh kepada diri dan keluarganya.

3. Bambu petuk singkir

Ini hampir sama dengan bambu petuk tulak. Hanya saja, cabangnya melengkung berbelok ke arah batang.

Orang tua dulu percaya jika bambu ini merupakan ajimat untuk melawan segala bentuk unsur alam.

Jika diletakan di aliran air, ia akan mampu bergerak ke arah hulu.
Jika dicelupkan ke air panas, seketika air tersebut akan menjadi dingin.
Dan masih banyak lagi.

Tidak diketahui secara pasti apa manfaat utama dari khodam bambu petuk ini. Hanya saja sebagian orang percaya jika ia juga bisa digunakan sebagai sarana penolak ilmu sihir.

4. Bambu petuk wali

Jenis ini dianggap sebagai rajanya bambu petuk. Tak mengherankan jika ia menjadi jenis bambu petuk yang paling banyak dicari.

Selain karena langka, faktor kekuatan khodamnya yang konon bisa menaklukan semua jenis khodam bambu petuk lainnya merupakan musababnya.

Ciri bambu petuk wali bisa dikenali dari bentuknya yang seperti perpaduan pring petuk dan pring patil lele. Cabangnya saling melingkar satu sama lain.

Konon, jenis bambu petuk ini memiliki khodam yang multi fungsi.

Bisa untuk pengobatan, kekebalan, pengasihan, penglarisan, pagar ghaib, hingga kewibawaan.

5. Bambu petuk tali rogo

Bambu petuk jenis ini adalah yang paling banyak ditemukan.

Cirinya bisa dilihat dari mata tunas yang saling berhadapan satu sama lain.

Fungsi bambu pethuk tali rogo sendiri adalah sebagai penjinak hewan. Di masa sekarang, ia kerap digunakan para pawang burung walet untuk menarik walet-walet di suatu wilayah untuk mau bersarang di gedung milik kliennya.

6. Bambu petuk senopati

Dinamai begitu karena bentuk tunasnya seperti tangan seorang senopati yang tengah bertapa.

Tepat di titik kedua mata tunas akan saling bertemu (bertabrakan), keduanya justru tumbuh berbelok arah.

Konon, jenis bambu petuk ini dapat digunakan sebagai sarana keberuntungan dalam perjudian. Lewat rapalan doa tertentu, seorang penjudi akan mampu meraup banyak uang lewat karomah dari khodam jenis pring pethuk ini.

7. Bambu petuk gelang

Namanya memang sesuai dengan bentuknya.

Bentuk kedua cabang bambu petuk ini memang menyerupai gelang yang saling melingkar dan memeluk.

Bambu ini dipercaya sebagai sarana untuk pengasihan. Seseorang yang dipelet menggunakan khodam isian pring ini konon tidak akan bisa lepas dari belenggu cinta seumur hidupnya.

8. Pring Petuk Pikat

Ini juga termasuk pring pethuk yang berfungsi sebagai sarana pelet. Sesuai namanya!

Ciri fisik bambu ini ditandai dengan kedua cabangnya yang tumbuh sejajar dan satu arah.

9. Pring Pethuk Badar

Ciri khas bambu petuk badar adalah kedua cabangnya yang tumbuh tegak lurus dengan batang.

Konon, ia dapat digunakan sebagai sarana kekebalan oleh para pendekar di masa silam.

Saat ini sendiri, jenis pring pethuk ini termasuk yang sulit ditemukan, sama seperti pring petuk wali.

10. Pring Pethuk Pekik Langkah

Dinamai pring petuk pekik langkah adalah karena ciri fisiknya yang khas dan tidak bisa ditemukan pada jenis pring pethuk lainnya.

Ciri fisik tersebut adalah adanya satu tunas yang tumbuh melangkahi tunas lainnya.

Jenis bambu pethuk ini konon dulunya kerap digunakan untuk kedigdayaan kanuragan, sekaligus kekebalan oleh para kesatria saat berada di medan pertarungan.

Cara Mendapatkan Bambu Petuk

Pring pethuk termasuk benda pusaka. Oleh karena itu, biasanya kepemilikannya diwariskan secara turun temurun dalam sebuah keluarga. Bahkan, tak jarang kepemilikan benda magis ini disembunyikan dari muka umum karena segala kemanfaatannya.

Namun, lebih dari itu, pring pethuk juga bisa didapatkan melalui beberapa cara.

Berikut ini cara-cara mendapatkan pring pethuk beserta penjelasannya!

1. Tirakat

Seperti kebanyakan proses penarikan sebuah benda pusaka, ketika seseorang ingin menarik pring pethuk, ia juga diharuskan untuk melakukan berbagai tirakat dan memenuhi beberapa syarat.

Banyaknya tirakat dan syarat penarikan pring pethuk ini, tak lain adalah sebagai ujian bagi seseorang yang ingin memiliki pring pethuk agar siap secara lahir dan batin.

Mendapatkan Bambu Petuk lewat Tirakat dan Mimpi
Mendapatkan Bambu Petuk lewat Tirakat dan Mimpi via 3.bp.blogspot.com

Perlu diketahui bahwa tirakat yang dilakukan ini bukanlah tirakat sederhana yang bisa untuk main-main. Seorang yang hendak melakukan tirakat ini sudah diharuskan untuk memiliki niatan lurus.

Selain itu, dibutuhkan pula guru spiritual yang sudah tinggi ilmu kebathinannya sebagai pendamping. Karena bila tanpa pendamping, berbagai hal buruk bisa saja menimpanya di kemudian hari, misalnya menjadi gila, linglung, atau semacamnya.

Berikut tirakat yang dimaksud:

  1. Melakukan puasa mutih selama 7 hari 7 malam.
  2. Melakukan puasa ngalong selama 21 hari.
  3. Melakukan puasa ngebleng selama 40 hari 40 malam diawali pada awal bulan Muharram (1 Suro).
  4. Melakukan tapa brata untuk memperoleh isyarat wahyu.

2. Lewat mimpi

Kepemilikan pring pethuk bisa datang karena diusahakan dan bisa pula datang karena wahyu.

Tidak seperti pada orang biasa yang harus melakukan serangkaian tirakat yang melelahkan, orang-orang yang mendapat pulung, justru bisa memperoleh pusaka ini hanya dengan mengikuti petunjuk yang didapatinya dalam mimpi.

Saya sendiri pernah bertemu dengan seorang pemilik pring pethuk yang mengaku mendapatkan pusaka sakti itu hanya dengan mengikuti petunjuk dari mimpi yang dialaminya.

Ia mengaku menemukan sebuah pring petuk di belakang rumahnya, tepatnya setelah ia mengikuti petunjuk untuk melakukan pencarian lewat mimpi yang dialaminya.

3. Perjalanan ghaib

Cara ini tentu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki ilmu kebatinan tingkat tinggi.

Bagaimana mungkin seseorang bisa melakukan perjalanan gaib dan mendapatkan pring pethuk, jika dirinya sendiri tidak bisa menembus tabir alam halus.

Perjalanan ghaib sendiri bukanlah sebuah perjalanan wisata. Ada banyak risiko dan bahaya yang mengancam di dalamnya. Salah satu ancaman itu adalah tidak bisa kembali ke alam nyata.

Dari pengalaman dan cerita yang saya dapat dari guru spiritual saya, sudah banyak orang yang tersesat saat melakukan perjalanan gaib karena ketidakmampuannya menahan muslihat jin pengganggu di alam halus.

Se-mengerikan itu memang!

4. Membeli

Ini adalah cara instan dan cara yang paling mudah untuk mendapatkan pring pethuk.

Meski begitu, jika Anda ingin menggunakan cara ini, butuh modal yang tak main-main besarnya.

Selain itu, dibutuhkan pula pengalaman dan keahlian supranatural agar Anda tidak dikibuli dengan khodam palsu atau bahkan pring pethuk aspal yang dibuat dengan keterampilan tangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Juga, seperti yang telah diceritakan di awal tadi.
… bahwa tidak semua pemilik pring pethuk mau memaharkan pusakanya meski sudah ditawar dengan harga fantastis.

Harga Pring Pethuk Asli

Pring pethuk memang memiliki segudang manfaat spiritual. Bila kita berusaha mendapatkannya dengan pertapaan, ritual, atau semacamnya, tentu dibutuhkan ilmu, nyali dan modal yang tidak sedikit.

Karena hal itu, tak jarang, orang yang benar-benar berniat memiliki bambu pethuk lebih ingin membelinya secara langsung. Mereka biasanya akan berusaha untuk mencari pemilik pring pethuk yang hendak menjual benda pusaka itu untuk kemudian menawarnya.

Harga Bambu Petuk Asli 2020
Harga Bambu Petuk Asli 2020

Tak jarang, sebuah pring pethuk bisa dihargai hingga 5 milyar rupiah. Tapi harga ini bisa naik atau turun, tergantung dari keikhlasan si penjual.

Besaran harga pring pethuk yang menurut orang awam tidak masuk akal ini tentunya sebanding dengan berbagai manfaat yang bakal diperoleh si pembelinya.

Note :
Saya menemukan beberapa halaman website di internet yang menawarkan pembelian bambu petuk dengan harga di bawah 5 juta rupiah.

Saya memang belum pernah membuktikan keaslian bambu yang dijajakan tersebut.

Tapi kok ya saya merasa sungguh tak sebanding harga tersebut dengan risiko dan beragam kesulitan yang didapatkan oleh pemiliknya saat mencari bambu pusaka ini.

Jika Anda punya pengalaman, tak ada salahnya berbagi cerita di kolom komentar.

Cara Membedakan Pring Pethuk Asli vs Palsu

Tingginya harga pring pethuk yang bisa membuat penjualnya mendadak kaya raya, membuat banyak oknum tak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan dengan cara culas.

Mereka menggunakan tipu daya dengan membuat sebuah pring pethuk palsu yang sama sekali tak bisa memberi manfaat.

Jika Anda berencana untuk membeli benda pusaka ini, maka perhatikanlah beberapa ciri yang membedakan mana pring pethuk asli dan mana pring pethuk yang palsu.

Berikut ciri dan cara membedakan pring pethuk asli dan pring pethuk palsu tersebut!

1. Sambungan tunas pada ruas

Cara pertama, Anda bisa memperhatikan sambungan salah satu mata tunas yang menempel pada ruas bambu pethuk.

Pada pring pethuk asli, semua mata tunas akan terlihat rapi dan alami. Tidak terdapat sedikit pun keratan, sambungan, atau semacamnya.

Tapi, pada pring pethuk palsu hasil kerajinan tangan, akan terlihat bekas lem kayu yang menyambungkan antara satu tunas dengan si ruas bambu.

…. Serapi apapun penyambungan dilakukan, sambungan itu pasti akan tetap terlihat. Pasalnya, sifat fisik ruas bambu yang keras memang sulit disamarkan.

Supaya lebih jelas,
Coba perhatikan pertautan ruas pring pethuk palsu pada gambar di bawah ini!

Ciri Bambu Petuk Palsu
Ciri Bambu Petuk Palsu via Kisahasalusul.blogspot.com

2. Rendam di air cuka

Berikutnya adalah menggunakan cairan air cuka asli.

Lem kayu yang biasanya digunakan untuk menyambungkan ruas tunas bambu pethuk akan sangat mudah mengelupas bila dimasukan ke dalam air cuka asli (cuka dengan kemurnian 99%).

Jika Anda sedang mengetes pring pethuk yang Anda beli, pastikan si penjual mengizinkan pengetesan menggunakan cara ini.

Penjual pring pethuk asli biasanya akan mengizinkan. Sementara si penjual penipu pasti akan segera gelisah dan akhirnya tidak memperkenankan pring pethuk palsunya dimasukan ke dalam cuka.

Perhatian!
… 2 cara di atas digunakan untuk membedakan keaslian pring pethuk dari segi fisik. Untuk segi magisnya, Anda bisa melakukan pengecekan dengan 2 cara berikut ini.

3. Letakan di air mengalir

Ya.
Pring pethuk palsu yang tidak memiliki khodam, pasitlah akan terbawa arus jika diletakan di air yang mengalir. Sama seperti batang bambu pada umumnya.

Sedangkan, pring pethuk asli akan tetap berdiam diri, tak terpengaruh seberapa pun derasnya aliran air yang menerpanya.

4. Tes dengan ayam betina yang mengeram

Ayam betina yang mengeram sangat peka terhadap keberadaan jin dan manusia di sekelilingnya. Sifat ini memang alamiah dan sudah dari dulu begitu adanya.

Sifat ini bisa pula kita manfaatkan sebagai sarana untuk mengetes keaslian pring pethuk.

Letakan pring pethuk di samping si ayam.

Bila ia berdiam diri maka pring pethuk tersebut palsu. Tapi bila ia mengeparkan bulu-bulunya seraya gelisah dalam jangka waktu yang lama, maka khodam di pring pethuk itu memang benar adanya.

Cara Menggunakan Pring Pethuk

Bambu pethuk memang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Kewibawaan, rejeki, pelet, pengasihan, hingga ilmu kebal semuanya bisa dihasilkan dari tuah khodam pusaka ini.

Meski begitu, pada pembahasan berikut, kita tidak akan mengulas tentang bagaimana cara penggunaan pring pethuk dari seluruh kegunaannya itu. Kita hanya akan membahas yang umum saja, yaitu penggunaan bambu pethuk untuk kelancaran rejeki.

Untuk perkara kelancaran rejeki, pada umumnya pemilik bambu pethuk hanya meletakan pusaka ini di tempat usaha begitu saja.

Cara ini sebetulnya tidak salah, hanya saja pasti efek yang dihasilkan nantinya tidak akan maksimal.

Cara Menggunakan Pring Pethuk
Cara Menggunakan Pring Pethuk via Bukalapak.com

Untuk memaksimalkan efek penggunaan bambu pethuk dalam perkara penglarisan dan rejeki, maka diperlukan penyelarasan energi antara khodam dalam bambu pethuk dengan si pemiliknya.

Penyelarasan energi dilakukan dengan beberapa tirakat berikut:

  1. Carilah tempat yang tenang dan jauh dari gangguan apapun, bisa di kamar atau ruangan tertentu.
  2. Duduklah, ambil posisi yang nyaman. Genggam bambu petuk kemudian tempelkan di dada kiri Anda.
  3. Pejamkan mata Anda, mulailah berhitung mundur dari angka 99-0. Pada hitungan angka kembar ( 88, 77, 66, 55, 44, 33, 22, 11), berhentilah sejenak tarik nafas dalam dalam, hembuskan perlahan kemudian bacalah amalan berikut ini : “Ya Tuhanku, melalui sarana bambu petuk cukupilah aku dengan kehalalanMu. Mulai sekarang dan seterusnya, limpahkanlah rezekiMu padaku melalui usaha..(sebutkan nama bisnis Anda)”
  4. Jika hitungan telah selesai, ucapkanlah syukur kepada Tuhan kemudian buka mata Anda.
  5. Lakukan terus menerus minimal 3 kali dalam seminggu.

Setelah penyelarasan energi ini dirasa sudah maksimal, maka atas seizin Alloh tentunya apa yang Anda cita-citakan pastilah akan tercapai.

Selanjutnya, pusaka bambu pethuk bisa diletakan di tempat usaha dengan merawatnya secara teratur.

Cara Merawat Bambu Petuk

Pring pethuk adalah sebuah benda bertuah. Khodam yang terdapat di dalamnya harus dirawat agar kekuatan magis benda pusaka ini tidak lenyap.

Tentu sangat disayangkan bukan?

Seandainya berbagai cara yang kita lakukan untuk mendapatkan pring pethuk akan berujung pada kesia-siaan bila khodam ini pergi dari tempat persemayamannya.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara merawat bambu pethuk yang bisa Anda lakukan!

1. Bungkus dengan kain putih bersih

Cara pertama, bungkus dengan kain kafan putih. Kain ini adalah pakaian bagi si khodam. Bisa dikatakan juga itu adalah sebagai penghargaan bagi si khodam dari majikannya.

Kain ini bisa diganti setidaknya 1 kali setahun. Penggantian kain sebaiknya dilakukan pada malam 1 Suro.

2. Bubuhkan minyak wangi

Sama seperti khodam pada pusaka keris, batu combong, kol buntet, maupun batu merah delima yang senang dengan wewangian, khodam bambu pethuk juga demikian.

Bubuhkan minyak wangi dari jenis yang disukai si khodam secara teratur agar energi tubuh si pemilik dengan si khodam bisa semakin selaras.

Untuk mengetahui minyak wangi jenis apa yang cocok, maka dibutuhkan penerawangan spiritual. Ini bisa diketahui hanya oleh orang yang memiliki ilmu kebatinan tingkat lanjut.

Namun, biasanya khodam penglarisan tidak butuh minyak langka yang berharga mahal. Minyak misik biasanya sudah cukup. Tapi bila ingin yang lebih mahal dan berkelas, itu justru akan lebih baik.

3. Hindari membawa-bawanya

Perawatan berikutnya adalah dengan tidak membawa-bawa benda pusaka ini bersama tubuh Anda. Terlebih, membawanya ke dalam toilet.

Ini adalah pantangan yang musti benar-benar dijaga dan jangan sampai dilanggar.

Meski mudah, ada kalanya seseorang lupa. Oleh karenanya, akan lebih baik bila pring pethuk yang Anda miliki disimpan saja pada tempatnya.

Merawat Khodam Pring Pethuk via Mistikpedia.com

4. Hindari memamerkannya

Bambu pethuk adalah sebuah pusaka. Memilikinya berarti bisa jadi sebuah kebanggaan.

Pemilik baru biasanya akan dengan sengaja memamerkan kebanggaannya itu kepada siapapun yang dirasa dekat dengannya. Namun, hal yang sama tidak disarankan bagi Anda.

Jangan pernah memamerkan pusaka ini, apa lagi jika disertai dengan perasaan angkuh dan congkak. Itu pasti akan membawa hal buruk bagi diri Anda sendiri.

Nah, mungkin itulah penjelasan lengkap mengenai apa dan bagaimana bambu pethuk itu beserta khasiat, manfaat, dan hal-hal lainnya seputar pusaka Jawa satu ini.

Lebih dan kurangnya pembahasan ini kami mohon maaf. Semoga bisa menambah wawasan bagi Anda yang membutuhkan.

Jika ada hal-hal yang perlu ditanyakan, jangan segan untuk berkomentar atau langsung menghubungi kami di halaman kontak.

Salam!

Bagikan GRATIS :

Satu pemikiran pada “Bambu Petuk”

Tinggalkan komentar