Gundul Pringis

Indonesia memang dikenal sebagai sebuah negara yang kaya akan budaya. Buktinya, di negara ini, kita bisa menemukan berbagai jenis hantu dengan beragam keunikan dan karakteristiknya.

Ada yang karakternya besar dan menyeramkan seperti genderuwo. Ada yang punggungnya bolong dan selalu menangis. Ada yang berwujud anak kecil dan suka mencuri uang. Dan masih banyak jenis hantu lainnya.

Di antara banyak jenis hantu tersebut, tak sedikit orang yang belum pernah mendengar istilah hantu gundul pringis. Kamu juga khan?

Nah, oleh karena itu, di artikel berikut ini, kita akan membahas tentang seperti apa dan bagaimana hantu gundul pringis ini lengkap dengan kisah nyata penampakannya seperti dituturkan oleh salah satu pembaca blog ini.

Selamat menyimak ya!

Apa itu Gundul Pringis

Gundul pringis adalah salah satu hantu yang dikenal dalam budaya kelenik masyarakat Jawa. Dinamai “gundul pringis” adalah karena wujudnya yang memang hanya berupa kepala gundul tanpa tubuh, dan kerap tertawa meringis saat mengganggu manusia.

Untuk diketahui, dalam bahasa Jawa kata “gundul” artinya botak dan kata “pringis” artinya tertawa mengejek atau tertawa usil.

Apa itu Hantu Gundul Pringis
Apa itu Hantu Gundul Pringis? via Merdeka.com

Selain di tanah Jawa, hantu gundul pringis juga konon beredar dalam budaya masyarakat nusantara dari berbagai suku lainnya. Tentunya, dengan sebutan yang berbeda.

Di Jawa Barat, ia dikenal dengan nama “Jurig Hulu“. Di Sumatera Barat dinamai “Palasik“. Masyarakat Dayak menyebutnya “Kuyang“, dan masih banyak lagi.

Entah bagaimana awalnya, yang jelas hantu bernama gundul pringis nyatanya juga dikenal dalam budaya masyarakat Asia Tenggara secara umum.

Benarkah Gundul Pringis itu Ada?

Bagi orang yang tak percaya dengan cerita-cerita yang berbau mistis, mungkin akan beranggapan bahwa hantu gundul pringis hanyalah sebuah tokoh fiktif yang sengaja diciptakan oleh orang tua dulu untuk menakuti anaknya agar tidak menangis saat malam hari.

Anggapan ini tentunya harus dihargai. Faktanya, kemunculan hantu kepala plontos ini, belakangan memang sudah semakin jarang ditemukan.

Terlepas dari itu, bagi sebagian orang yang masih mempercayai petuah leluhur dulu, keberadaan hantu gundul pringis tidak bisa hanya dianggap omong kosong semata, terutama bagi mereka yang pernah mendapat pengalaman mistis melihat penampakannya.

Ya, penampakan hantu gundul pringis memang jarang terjadi di kota besar atau daerah pemukiman.

Akan tetapi, di desa-desa terpencil yang masih dekat dengan hutan, sosok halus ini masih kerap menampakan wujudnya serta mengganggu masyarakat dengan segala keusilannya.

Asal Usul Legenda Gundul Pringis

Merujuk pada cerita yang diwariskan secara turun temurun, orang tua dulu menyebutkan bahwa asal usul gundul pringis memiliki kaitan dengan orang-orang yang mati dalam pertempuran.

Seperti umum diketahui, pertempuran di masa silam konon memang selalu berujung dengan kisah tragis.

Seseorang baru bisa dianggap sebagai pemenang atau kesatria, jika ia berhasil pulang dari pertempuran dengan menjinjing kepala musuhnya.

Kepala-kepala musuh yang telah dipisahkan dari tubuhnya inilah yang kemudian menjadi cikal bakal hantu gundul pringis.


Ada juga cerita yang menjelaskan bahwa asal usul hantu gundul pringis berkaitan dengan orang-orang yang memiliki ajian rawa rontek atau ajian pancasona.

Konon, para pemilik ajian ini memang tidak akan pernah bisa mati.

Asal Usul Legenda Gundul Pringis
Ajian Pancasona atau Rawa Rontek via Kisahasalusul.blogspot.com

Jika tubuhnya terlukai, maka lukanya akan segera pulih kembali. Jika raganya telah terpotong, maka kedua potongannya pun akan lekas menyatu lagi.

Pemilik ajian rawa rontek disebut baru akan mati bila kepala dan badannya dipisahkan menyeberangi sungai. Itupun kepalanya harus digantung agar tidak sampai menyentuh tanah.

Nah, kepala pemilik ajian rawa rontek inilah yang dianggap bisa menjadi hantu gungul pringis di kemudian hari.

Wallohu a’lam bissawab.

Penampakan Hantu Gundul Pringis

Penampakan hantu gundul pringis memang sudah semakin jarang ditemui, utamanya di daerah daerah perkotaan atau wilayah padat penduduk.

Namun begitu, di daerah-daerah terpencil, hantu ini beberapa kali kedapatan menampakan wujudnya.

Penampakan wujud gundul pringis sendiri bisa terjadi pada beragam kondisi.

Ia bisa ditemukan terbang di luar rumah saat malam hari, berada di langit-langit kap rumah, berada di bawah kolong dipan di rumah yang terkenal angker, atau pada berbagai kondisi tak terduga lainnya.

Yang paling sering terjadi, hantu gundul pringis menampakan diri pada waktu selepas maghrib dengan cara terlebih dahulu beralih rupa menjadi seekor ayam betina.

ayam betina Gundul Pringis
Ayam Betina Jelmaan Gundul Pringis via Hipwee.com

Jika ayam betina pada umumnya akan mengandang pada waktu menjelang maghrib, ayam betina jelmaan gundul pringis justru masih tetap berkeliaran.

Ayam jelmaan ini baru akan beralih rupa kembali menjadi kepala gundul jika ada manusia yang memegangnya.

Oleh karena hal inilah, maka orang tua dulu selalu mengatakan bahwa kita tidak boleh bermain di luar rumah pada saat maghrib. Lebih-lebih bermain dengan ayam yang juga masih berada di luar kandang.

Tanda Kedatangan Gundul Pringis

Kemunculan hantu gundul pringis memang bisa terjadi pada kondisi yang tidak pernah diduga-duga. Hanya saja, orang tua dulu mengatakan bahwa, kita bisa mengetahui tanda-tanda kedatangannya lewat beberapa hal yang terjadi di tubuh kita.

Mendengar Kelapa Jatuh juga jadi Pertanda Kedatangannya
Mendengar Kelapa Jatuh juga jadi Pertanda Kedatangannya via Kisahasalusul.blogspot.com

Seseorang yang akan diganggu oleh hantu gundul pringis, konon akan mengalami telinga berdenging keras saat malam hari secara tiba-tiba. Wajahnya memerah dan tubuhnya terasa panas. Kemudian berlanjut dengan bulu kuduk yang berdiri meski suhu malam hari pada saat itu masih terasa hangat.

Pada tahap berikutnya, orang tersebut lalu akan mendengar suara cengingisan yang cukup keras. Suara cengingisan ini berangsur-angsur akan semakin pelan dan hilang.

Namun, hilangnya suara tersebut bukanlah tanda bahwa sosok gundul pringis telah jauh darinya.

Hilangnya suara cengingisan ini justru menjadi pertanda bahwa hantu gundul pringis sudah semakin dekat atau bahkan mungkin sudah berada disampingnya dan siap menampakan wujudnya.

Kisah Nyata Penampakan Gundul Pringis

Ada banyak cerita yang bisa kita dengar di luaran mengenai pengalaman seseorang dalam melihat penampakan hantu gundul pringis.

Dari semua cerita itu, tentu ada yang sifatnya fiktif dan dibuat-buat dengan suatu alasan tertentu, dan ada pula cerita yang memang bersumber dari pengalaman nyata.

Salah satu contoh cerita yang bersumber dari pengalaman nyata adalah cerita pengalaman bertemu hantu gundul pringis yang dikisahkan oleh salah satu pembaca blog ini.

Berikut ceritanya!


Cerita Nyata Bertemu Gundul Pringis di Gunung
Cerita Nyata Bertemu Gundul Pringis di Gunung via Liputan6.com

Halo!

Kenalkan namaku Adrian. Aku adalah seorang karyawan swasta yang tinggal di Jakarta.

Hobiku sejak masa SMA dulu hingga sekarang sudah berusia kepala 3 memang adalah mendaki gunung.

Hampir setiap bulan aku selalu melakukan pendakian. Bahkan kalau banyak waktu longgar, dalam sebulan aku bisa mendaki 2-4 kali, tentunya bersama teman-teman sesama pendaki dari Jakarta.

Kisah pengalamanku bertemu dengan sosok hantu gundul pringis sendiri terjadi ketika aku menjalani pendakian belum lama ini. Tepatnya, ketika aku mendaki gunung Ciremai, di Jawa Barat sekitar bulan Juni tahun 2013.

Bagi seorang pendaki, bergelut dengan hal-hal mistis mungkin memang adalah hal yang biasa. Faktanya, kebanyakan gunung memang menyimpan misteri-misteri yang sulit untuk diungkap.

Akan tetapi, pengalaman mistisku di gunung Ciremai mungkin adalah pengalaman yang paling berkesan di antara pengalaman mistis di gunung-gunung lain yang pernah ku daki.

Cerita ini sendiri sengaja aku kirimkan bukan bertujuan untuk menakut-nakuti para pendaki yang hendak mendaki gunung Ciremai. Cerita ini aku tulis sebagai sarana berbagi pengalaman agar semua pendaki -terlebih yang pemula, untuk bisa menjaga sikapnya selama pendakian.

Kamu boleh percaya dan boleh juga mengabaikannya. Akan tetapi, memang inilah yang aku alami sendiri bersama teman-temanku sesama pendaki.

Awal Mula

Awal kisah, semuanya berjalan biasa saja.

Aku dan ke-5 temanku memang sudah merencanakan pendakian ini dari jauh-jauh hari.

Semua persiapan dan perbekalan sudah cukup. Kami pun berangkat dari Jakarta ke Linggar Jati, Kuningan dengan membawa mobil sendiri.

Oh ya, untuk mendaki ke puncak Ciremai, ada 4 pilihan jalur pendakian. Yaitu via Apuy (Majalengka), via Linggasana, via Platungan, dan via Linggarjati yang aku pilih ini.

Aku dan teman-teman sendiri memiliki jalur via Linggarjati karena penasaran dengan treknya yang kata orang cukup sulit untuk dilalui.

Jalur Pendakian via Linggarjati
Jalur Pendakian via Linggarjati via Hipwee.com

Sampai di pos awal, seperti biasa. Kami mendaftarkan diri dan melakukan persiapan-persiapan ala kadar lainnya. Pendakian pun dimulai sekitar pukul 2 siang.

Dari pos awal Simaksi, kami secara berturut-turut menuju pos 2 Cibunar, pos 3 Condang Amis, pos 4 Kuburan Kuda, dan pos 5 Pamerangan. Perjalanan menuju pos-pos ini masing-masing menghabiskan waktu sekitar 1 jam. Dan bisa dibilang perjalanannya juga lancar-lancar saja.

Semuanya normal seperti pendakian pada umumnya. Selain itu, trek pendakian juga masih terbilang landai dan belum begitu menyulitkan.

Bermalam di Pendakian
Bermalam di Pendakian via Sindonews.com

Di pos Pamerangan, kami segera mendirikan camp. Pasalnya, kala itu waktu sudah menunjukan pukul 17.30. Selain itu, pendakian untuk menuju pos berikutnya tidak mungkin dilanjut pada malam hari karena konon trek nya akan semakin sulit.

Di Pos 5 Pamerangan

Pos Pamerangan tempat kami bermalam bisa dikatakan suasananya sangatlah sepi. Biasanya, di pos ini cukup banyak rombongan pendaki lain yang mendirikan camp. Hanya saja, entah mengapa pada saat itu hanya ada satu rombongan pendaki dari L saja yang menemani malam kami.

Mereka datang tepat setelah kami selesai mendirikan camp.

Hingga pukul 10.00, kami menghabiskan malam diselingi dengan percakapan, perkenalan, dan senda gurau. Tak lupa, kami juga mengisi perut dengan perbekalan yang telah kami bawa sebelumnya.

Setelah itu, semuanya menuju camp masing-masing untuk melepas lelah dan mempersiapkan energi untuk melanjutkan perjalanan esok yang masih panjang.

Aku sendiri entah kenapa, pada malam itu sulit sekali untuk tidur. Meski teman-teman lainnya sudah mendengkur dan tertidur pulas, aku tetap tak bisa memejamkan mata.

Sekira pukul 1 dini hari, aku mendengar suara desahan seseorang yang sepertinya sedang memadu asmara. Suara itu, terdengar berasal dari salah satu camp anggota rombongan yang tadi ikut bersenda gurau dengan kami.

Memang, rombongan yang datang setelah kami itu ada 2 orang pendaki wanitanya. Entah itu adalah istri atau kekasih dari pendaki pria lainnya, aku tidak tahu.

Aku coba membangunkan teman 1 camp untuk mengajaknya memperingatkan pasangan yang sedang memadu kasih itu untuk tidak sembarangan berlaku. Lebih-lebih di camp alam bebas yang pasti dihuni oleh bangsa Jin semacam ini.

Namun, apa daya. Teman yang aku bangunkan tak bergeming sedikit pun. Ditambah lagi, lambat laun suara desahan yang ku dengar juga sudah hilang. Mungkin saja mereka sudah selesai.

Penampakan gundul pringis

Tidak lama berselang setelah suara desahan yang bertubi-tubi menghiasi heningnya malam di camp peristirahatan, tiba-tiba aku mendengar ada suara kelapa jatuh dari atas camp.

Gubraaak!

Aku sendiri masih belum sadar bahwa di daerah itu sebetulnya sudah tidak ada pohon kelapa. Oleh karena itu, akupun mengabaikannya begitu saja.

Tapi, sesaat kemudian, terdengar lagi suara seperti buah kelapa menggelinding.

Grosaak … Glutuk …Srokosrok!

Seketika itu, telingaku berdenging begitu keras, wajahku memerah, dan bulu kuduk di sekujur tubuhku berdiri tegak.

Dari dalam tenda aku melihat samar, ada sesosok kepala tanpa tubuh dengan mata merah yang menyala menuju ke salah satu camp yang tadi ku dengar menjadi sumber suara desahan.

Kepala itu tertawa meringis dengan keras. Aku sendiri tak melihat bagaimana ekspresi dan wajah kepala itu secara jelas, karena hanya melihatnya dari dalam camp. Namun, sepasang kekasih yang tadi telah memadu kasih itu tiba-tiba berhambur ke luar tenda.

Penampakan gundul pringis
Penampakan Hantu Kepala via Mistery.com

Aku sendiri masih ketakutan sambil berusaha membangunkan teman satu tenda.

Si teman ini, ndilalah segera bangun karena mendengar suara jeritan keras dari pasangan yang berlari keluar tenda itu. Dan rupanya, teman-teman dari tenda lainnya juga bangun.

Kami semua akhirnya berkumpul di pelataran.

Aku sendiri masih terpaku dengan sosok kepala bermata merah menyala yang mendadak hilang dalam sekejap.

Kami akhirnya mencari di malam yang begitu gelap. Mencari dua orang yang berlari entah kemana itu.

Belakangan, aku baru tahu jika keduanya adalah sepasang pengantin yang baru saja menikah. Dan pendakian yang mereka lakukan sebetulnya adalah bagian dari bulan madu yang memang sengaja mereka rencanakan.

Pencarian dilakukan bersama-sama. Kami semua khawatir jika saling berpencar. Namun, hingga adzan shubuh sayup-sayup terdengar, dua orang itu masih juga belum ditemukan. Kami pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke camp dan akan mencari mereka jika hari sudah terang.

Singkat cerita, kami sampai di camp. Kami terperangah dengan dua orang yang kami cari itu ternyata sudah ada di dalam camp tempat mereka tidur. Tapi, tragis keduanya gancet tanpa sehelai benang pun. Keduanya masih hidup, hanya saja mereka seperti kaku dan tak bisa bicara sama sekali.

Membatalkan Pendakian

Berbekal solidaritas, aku bersama teman-teman rombonganku akhirnya memutuskan untuk membatalkan pendakian. Kami membantu evakuasi korban yang gancet karena rombongannya tidak mungkin bisa melakukan evakuasi secara mandiri.

Saat turun, sebetulnya aku tidak menjumpai hal yang aneh lagi. Hanya saja, kejadian dan pengalaman yang aku alami malam tadi sengaja aku rahasiakan dari teman-teman karena khawatir membuat resah.

Kami pun sengaja tidak melewati jalur yang dijaga karena khawatir pasangan gancet yang kami evakuasi jadi tontonan. Jalur tikus yang kami tempuh akhirnya membuat kami harus berjalan cukup jauh. Namun, itu tentu tak jadi masalah. Yang penting rahasia memalukan ini tidak sampai tersebar ke masyarakat di sekitar kaki gunung.

Sesampainya di mobil, kami semua sepakat untuk merahasiakan cerita pendakian ini. Aku sendiri dalam perjalanan pulang menuju Jakarta akhirnya menceritakan apa yang aku alami malam itu, bertemu dengan hantu gundul pringis yang sering kali hanya dianggap mitos belaka.

Teman-temanku satu mobil pun akhirnya menyesal telah membantu evakuasi, jika kenyataannya orang yang mereka tolong adalah penyebab semua kejadian buruk yang mereka alami itu.

Cara Mengusir Gundul Pringis

Banyak orang yang percaya jika hantu gundul pringis sebetulnya tidak akan mau mengganggu orang-orang yang tidak punya kesalahan, seperti berlaku dan berkata sombong, melakukan keusilan terhadap alam, dan lain sebagainya.

Cara Mengusir Gundul Pringis
Doa Mengusir Hantu Gundul Pringis via Islampos.com

Meski begitu, tak ada salahnya bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara mengusir hantu kepala botak ini, bila sewaktu-waktu ia menampakan dirinya dan berusaha mengganggu kita.

Lantas, bagaimanakah cara yang bisa dilakukan untuk mengusir hantu ini jika kita merasakan ada hal-hal aneh yang menunjukan ciri kemunculannya di sekitar kita?

Dalam pandangan Islam, hantu gundul pringis tak ubahnya hanyalah sebangsa jin yang memang sengaja menampakan dirinya untuk menyesatkan akidah umat manusia.

Kita tak perlu takut dengan mereka, karena kita memang diciptakan lebih sempurna daripada mereka.

Sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Sunan At Tirmidzi dan disahihkan oleh Al-Albanny, kita bisa membaca doa berikut ini untuk memohon perlindungan kepada Alloh dari segala macam musibah, termasuk memohon perlindungan dari gangguan hantu gundul pringis yang kita khawatirkan.

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ.

“BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI’UN FIL ARDHI WA LAA FISSAMAA’I, WA HUAS SAMII’UL ‘ALIIM ”

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Doa tersebut bisa dibaca sebanyak 3 kali. Lebih diutamakan untuk menyucikan diri dahulu dari hadast dan najis. In shaa Alloh, gangguan dari jin semacam hantu gundul pringis bisa menjauh dan sirna dari hadapan.

Nah, mungkin itu saja yang bisa kami sampaikan mengenai apa dan bagaimana itu hantu gundul pringis dan mitos-mitos yang menyelimutinya. Semoga bisa bermanfaat dan bisa menjadi sarana pembelajaran bagi kita untuk tidak berlaku takabur di kehidupan yang fana ini.

Salam!

Bagikan GRATIS :

3 pemikiran pada “Gundul Pringis”

Tinggalkan komentar