Kejatuhan Cicak

Kejatuhan Cicak – Cicak mungkin adalah salah satu hewan melata yang termasuk pertama kali kita kenal saat kecil dulu.

Lewat lagu “Cicak Cicak di Dinding” yang begitu akrab di telinga kita pada masa itu, kita bisa mengenal sifat dari binatang berdarah panas yang satu ini sejak berusia dini.

Arti Kejatuhan Cicak

Terlepas dari segala kenangan yang kita miliki dengan lagu ciptaan AT. Mahmud tersebut, nyatanya cicak juga dianggap sebagai hewan yang memiliki beragam mitos dalam berbagai kepercayaan masyarakat dunia.

Salah satunya mengenai mitos arti kejatuhan cicak yang konon disebut sebagai pertanda sial.

Mitos tentang pertanda sial bagi seseorang yang kejatuhan cicak bisa dibilang sudah sangat membumi dalam kehidupan masyarakat Nusantara.

Meskipun belum ada penelitian yang bisa benar-benar menjadi jawaban mengenai benar atau tidaknya mitos ini, namun tetap saja banyak orang yang hingga kini masih mempercayainya.

Di artikel berikut, kita akan mengulas tentang mitos arti kejatuhan cicak tersebut secara lengkap.

Ulasan ini dibuat agar Anda yang mengalami kejatuhan cicak dapat menggali lebih banyak pengetahuan dari apa yang baru saja terjadi pada diri Anda!

Silakan disimak secara perlahan, karena ini cukup panjang! Jika perlu, siapkan cemilan untuk menemani perjalanan melelahkan ini!

Mengenal Cicak dan Jenisnya

Cicak adalah binatang reptil berwarna abu-abu dan berukuran < 15 cm yang biasa hidup merayap di dinding atau batang pohon. Makanannya adalah nyamuk dan berbagai jenis serangga lainnya.

Jenis Cicak di Dunia via Wikipedia.org

Cicak masih satu famili dengan tokek dan sama-sama tergolong dalam suku Gekkonidae.

Dalam bahasa Inggris, cicak disebut house lizard, sementara di Indonesia sendiri ia disebut cicak atau cecak. Penamaan ini diperkirakan berasal dari suara khas yang keluar dari mulutnya yaitu “cak, cak, cak“.

Secara tidak sadar, kita sebetulnya sering menjumpai cicak di sekitar lingkungan rumah dalam bentuk yang beraneka ragam.

Faktanya, cicak memang dapat ditemukan dalam beberapa jenis, tentunya dengan masing-masing ciri fisik yang berbeda.

Berikut jenis-jenis cicak tersebut beserta gambarnya.

1. Cicak tembok

Jenis ini punya nama latin Cosymbotus platyurus. Ia adalah jenis cicak yang kerap kita temui di tembok-tembok rumah. Tubuhnya pipih lebar begitupun dengan ekornya.

Jenis Cicak Tembok via Wikipedia.org

Bila diamati, cicak tembok memiliki lipatan kulit yang agak lebar di sisi bawah perut, tangan, dan belakang kakinya. Ini adalah ciri fisik yang membedakannya dengan jenis cicak yang lain.

2. Cicak kayu

Nama latinnya adalah Hemidactylus frenatus. Tubuhnya lebih kurus dengan ekor bulat. Ciri lainnya adalah adanya 6 deret tonjolan kulit mirip duri yang memanjang dari ujung ekor hingga pangkalnya.

Jenis cicak ini menyukai hidup di lingkungan berkayu, seperti pepohonan di halaman rumah atau di bagian rumah dengan material kayu seperti atap, plafon, atau furniture.

Gambar Cicak Kayu via Wikipedia.org

Kadang ia juga ditemukan bersama dengan cicak tembok di dinding luar rumah. Namun begitu, umumnya ia akan kalah bersaing untuk mendapat makanan karena kecepatan gerakan lidahnya yang tidak lebih baik dari cicak dinding.

3. Cicak gula

Ia bernama latin Gehyra mutilata. Tubuhnya paling kecil di antara jenis cicak lain. Kepalanya membulat dan kulitnya tipis nyaris transparan.

Cicak ini umumnya ditemui di sekitar dapur, tepatnya di sekitar lemari makanan, tempat cuci piring, atau tempat masak. Dinamai cicak gula adalah karena ia lebih menyukai butiran nasi atau gula dibandingkan serangga.

Cicak Gula via Wikipedia.org

Sisa kopi yang ada di dalam gelas terkadang menjadi santapannya. Kadang kali, kita bisa menemukan mereka mati karena tenggelam dalam larutan kopi di gelas tersebut.

4. Cicak batu

Cicak bernama latin Cyrtodactylus marmoratus ini termasuk jenis cicak yang langka. Tubuhnya berwarna coklat kehitaman dengan bintik hitam di bagian punggungnya.

Cicak ini sudah jarang ditemui di rumah-rumah. Ia lebih sering dijumpai di pepohonan besar di tepi hutan atau di sekitar area persawahan.

Cicak Batu via Wikipedia.org

5. Cicak terbang

Binatang bernama latin Draco spp. ini sebetulnya bukan ‘cicak’. Ia sebetulnya termasuk jenis kadal-kadalan dari suku Agamidae, sama seperti halnya bunglon.

Penyebutan orang Indonesia sendirilah yang membuatnya dianggap masuk ke dalam golongan cicak.

Ciri hewan ini adalah adanya layar di kedua sisi tubuhnya. Layar atau sayap tersebut ia gunakan untuk terbang dari satu pohon ke pohon lainnya saat hendak menangkap mangsa atau menghindar dari kejaran musuhnya.

Cecak terbang sudah termasuk langka dan sudah semakin jarang di temui. Habitatnya sendiri adalah di hutan dengan vegetasi tinggi seperti di sekitar wilayah pegunungan.

Cicak Terbang via Wikipedia.org

Kemampuan Merambat Cicak

Semua jenis cicak memiliki kemampuan untuk merambat dan berjalan di permukaan vertikal seperti dinding atau di permukaan yang terbalik seperti plafon rumah dan atap.

Kemampuan cicak ini faktanya disebabkan oleh adanya organ bernama spatulae yang mereka miliki.

Organ tersebut terletak di permukaan telapak tangan, kaki, perut, dada dan ekor cicak. Wujudnya berupa miliaran bulu-bulu halus yang sangat tipis. Saking tipisnya, bulu-bulu spatulae ini bahkan tidak bisa kita lihat menggunakan mata telanjang.

Sebagai gambaran, rambut manusia itu punya diameter sekitar 100.000 nanometer, sementara bulu spatulae ini diameternya hanya 200 nm.

Jika dibandingkan, maka bisa dikatakan bahwa bulu spatulae ukurannya sama dengan 1 rambut manusia dibagi 500.

Spatulae pada Cicak via Merdeka.com

Tipis sekali bukan?

Mekanisme kerja spatulae dalam membantu cicak merambat di permukaan dinding sebetulnya cukup sederhana.

Bulu-bulu spatulae yang jumlahnya miliaran ini digunakan cicak dengan cara memasukannya ke dalam pori-pori dinding dan menciptakan ikatan untuk menahan bobot tubuhnya.

Setelah ikatan dirasa kuat, cicak akan menggerakan salah satu tangan atau kakinya untuk bergerak secara bergantian.

Meski harus melalui mekanisme memasukan bulu spatulae ke pori dinding, faktanya gerakan cicak saat berjalan bisa dibilang cukup gesit. Bahkan menurut penelitian, gerak perpindahan satu kakinya bisa terjadi dalam waktu 1/1000 detik.

Wajarlah jika kemudian Anda kesulitan ketika hendak menangkapnya dengan tangan kosong.

Gerakan cepat yang dilakukan cicak saat merayap di dinding juga dibantu oleh ekornya. Ekor digunakan cicak sebagai alat untuk menjaga keseimbangan terutama ketika sedang berjalan di permukaan yang licin.

Mengapa Cicak Bisa Jatuh?

Sepandai-pandainya tupai melompat, ada kalanya jatuh juga. Begitupun dengan cicak.

Walaupun memiliki mekanisme yang canggih saat merayap di permukaan tembok atau plafon, ada kalanya kita menemui seekor cicak yang jatuh dari tempatnya berjalan.

Jatuhnya cicak inilah yang sering kali diartikan sebagai pertanda alam mengenai datangnya kesialan pada orang yang dikenainya. Padahal, sesungguhnya kesialan itu terjadi pada si cicak yang jatuh itu sendiri.

Ya, jatuhnya si cicak terjadi akibat ia tidak mampu membuat ikatan spatulae yang kuat terhadap pori-pori permukaan tempatnya berjalan.

Biasanya ini terjadi karena 2 penyebab:

  1. Pori-pori permukaan dinding atau plafon tempatnya berjalan terlalu halus,
  2. …. Atau karena bulu spatulaenya tidak secara sempurna masuk ke dalam pori permukaan.

Meski terjatuh dari ketinggian, faktanya jarang sekali kita menjumpai cicak mati karena jatuh. Hewan ini memang memiliki skema pertahanan diri yang mengagumkan ketika menghadapi situasi silit sulit semacam ini.

Skema pertahanan diri tersebut sama seperti pertahanan diri kucing ketika jatuh, yaitu dengan menciptakan posisi jatuh yang aman.

Untuk menciptakan posisi jatuh yang aman, cicak akan membalik badannya dengan mengandalkan ekornya, sehingga ia akan terjatuh dengan posisi telapak tangan, kaki, dan ekor terlebih dahulu.

Dengan begitu, ia bisa menahan bobot tubuhnya dengan gaya pegas di sendi-sendi tubuhnya. Menakjubkan sekali bukan?

…. Lebih menakjubkannya lagi, gerakan ini bisa dilakukan hanya dalam waktu 100 mili detik.

Arti Kejatuhan Cicak di Tubuh

Seperti telah disebutkan di awal, dalam budaya masyarakat Nusantara memang terdapat mitos yang menyebutkan bahwa seseorang yang kejatuhan cicak dianggap akan mengalami sial atau kesulitan dalam waktu dekat.

Konon, agar kesialan itu tidak jadi menimpa, seseorang yang kejatuhan cicak diharuskan untuk membunuh cicak yang menjatuhinya. Jika tidak berhasil, maka tidak ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah kesialan yang akan dihadapinya.

Entah bagaimana mitos ini bisa berkembang dan diyakini banyak orang, yang jelas, dari penelusuran yang kami lakukan mitos ini memang dijelaskan secara terperinci dalam sebuah kitab berjudul “Primbon Mujarobat Adammakna“.

Menurut kitab primbon yang dianggap berasal dari masa penyebaran Hindu di tanah Jawa ini, kejatuhan cicak memang bisa ditafsirkan sebagai alamat tentang berbagai jenis kesialan.

Jenis kesialan yang dimaksud sangat tergantung dari bagian tubuh yang dikenai si cicak ketika terjatuh.

Kurang lebih, penjelasan primbon tentang arti kejatuhan cicak tersebut telah kami rangkum dalam bentuk tabel sebagaimana berikut.

Kejatuhan CicakArtinya
Kejatuhan di kepalaAkan ada sanak saudara meninggal
Kejatuhan di pundakAkan dimarahi atasan
Kejatuhan di tangan kananAkan kehilangan uang atau harta benda
Kejatuhan di tangan kiriAkan sial dalam pekerjaan
Kejatuhan di perut Akan terkena penyakit atau guna-guna
Kejatuhan di punggungAkan kemalingan
Kejatuhan di dadaAkan terkena penyakit atau guna-guna
Kejatuhan di kakiAkan sial dalam perjalanan
Kejatuhan cicak tidak kenaAkan selamat
Kejatuhan kotoran cicakAkan mendapat rejeki

Terlepas dari apakah Anda percaya atau tidak dengan ramalan-ramalan ini, nyatanya memang begitulah yang tertulis di dalam kitab primbon yang kami miliki.

Faktanya, ini semua hanyalah ramalan leluhur-leluhur dulu yang memang belum tentu terbukti kebenarannya. Jadi, jangan terlalu dipikirkan bila jatuhnya cicak yang Anda alami memiliki arti dan makna yang buruk.

Pengalaman Kejatuhan Cicak

Saya sendiri pernah beberapa kali mengalami kejatuhan cicak. Dari pengalaman-pengalaman itu, pertanda yang disebutkan primbon ada yang memang terbukti, tapi sering pula melesetnya.

Yang terbukti adalah ketika saya kejatuhan cicak semasa SMP dulu, tepat ketika berada di sekolah dan sedang duduk menerima pelajaran dari guru.

Seekor cicak, tiba-tiba jatuh mengenai kepala saya dan seketika ia lari entah kemana.

…. dan saat pulang sekolah saya memang mendapati nenek saya telah meninggal dunia karena penyakit tua yang sudah lama di deritanya.

Entah kebetulan atau seperti apa, yang jelas, saat itu saya menjadi begitu yakin dan percaya dengan mitos arti kejatuhan cicak yang banyak diceritakan orang. Saya pun menjadi sangat berhati-hati dan sigap ketika ada seekor cicak yang jatuh dari tempatnya berjalan.

Meski begitu, kepercayaan itu lambat laun luntur dari pikiran saya. Pasalnya, beberapa kejadian berikutnya saya tak mendapati lagi terbuktinya ramalan yang dijelaskan primbon tentang kejatuhan cicak itu.

Bahkan, ketika saya mengalami kejatuhan kotoran atau taik cicak yang dianggap pertanda datangnya rejeki, alih-alih mendapat uang secara tiba-tiba, saya justru terkena sakit thifus.

Maka dari itu, saya menganjurkan kepada Anda yang mungkin baru saja mengalami kejatuhan cicak, agar tidak usah terlalu memusingkan pertanda-pertanda atau mitos-mitos yang belum tentu benar.

Tapi, bukan berarti saya melarang Anda untuk mempercayainya juga lho ya!

Mitos Kejatuhan Cicak menurut Islam

Sub bab ini, wajib Anda baca jika Anda seorang muslim!

Dalam Islam, fenomena jatuhnya cicak adalah suatu hal yang biasa. Ia mutlak sebagai takdir Alloh dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan suatu pertanda apapun, apalagi pertanda datangnya kesialan.

Bagi seorang muslim, mempercayai kejatuhan cicak sebagai pertanda sial bisa dianggap “Thiyarah“. Thiyarah adalah suatu bentuk kesyirikan.

Percaya Ramalan adalah Syirik via Dakwatuna.com

Ya, KESYIRIKAN!

Hal ini sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah berikut ini :

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia menyebutkan hadits secara marfu’ –sampai kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam-,

« الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ». ثَلاَثًا « وَمَا مِنَّا إِلاَّ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ ».

“Beranggapan sial adalah kesyirikan, beranggapan sial adalah kesyirikan”. (HR. Abu Daud no. 3910 dan Ibnu Majah no. 3538)

Tahukah Anda bagaimana dosa syirik?

Syirik artinya menyekutukan Alloh, sementara Alloh akan mengampuni dosa-dosa hambanya, kecuali dosa syirik. Semengerikan itu memang!

Hukum Membunuh Cicak dalam Islam

Anda mungkin pernah mendengar adanya anjuran untuk membunuh cicak dalam Islam. Anjuran ini bagi sebagian orang dianggap sesuatu yang tidak berdasar. Bagi mereka, cicak adalah mahluk Alloh yang juga ingin hidup, lebih-lebih ia bisa bermanfaat untuk mengurangi jumlah nyamuk di rumah.

Faktanya …

Anjuran ini sangatlah berdasar. Hukum membunuh cicak oleh banyak ulama diyakini adalah sunnah, sebagaimana didasari oleh riwayat sebuah hadist.

Hukum Membunuh Cicak via Islampos.com

Berikut hadistnya.

Artinya : “Barang siapa yang membunuh cicak sekali pukul, maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan. Barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. Barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua,” (HR Muslim).

Hadist di atas tentu menjadikan banyak di antara kita bertanya-tanya, apakah benar Rasululloh sekejam itu? Apa tidak salah Beliau menganjurkan untuk membunuh cicak -seekor hewan kecil yang bahkan belum tentu berdosa?

Pertanyaan-pertanyaan ini tentu menjadi sebuah paradoks. Lebih-lebih, dalam banyak hadist lain Rasululloh disebut sebagai pribadi yang menyayangi hewan. Lantas, kenapa pada cicak Rasululloh begitu tega untuk menganjurkan kita membunuhnya?

Faktanya (lagi) ….

Cicak adalah salah satu hewan yang memiliki kandungan bakteri Escherichia coli tinggi di tubuhnya. Bakteri ini merupakan penyebab berbagai jenis penyakit jika menginfeksi di tubuh kita.

Seperti dikutip dari situs hellosehat.com, E. coli bisa menyebabkan diare parah, kram perut, demam, dehidrasi, hingga urine berdarah.

Bahaya Bakteri E. coli pada Cicak via Hellosehat.com

Penyakit-penyakit yang bisa disebabkan keberadaan cicak ternyata menjadi suatu alasan ilmiah yang menjadi dasar mengapa kita disunnahkan untuk membunuh cicak.

Sungguh anjuran Rasululloh tersebut adalah bentuk kasih sayang beliau kepada kita, para umatnya.

Cara Ampuh Mengusir Cicak

Sekarang, Anda sudah tahu bahwa cicak yang terlalu banyak di rumah ternyata bisa menjadi penyebab datangnya penyakit di tubuh. Oleh karena itu, akan lebih baik bila kita bisa mengusir mereka dari rumah kita dan mencegahnya untuk datang kembali.

Cara Ampuh Mengusir Cicak via Detik.com

Lantas, bagaimana caranya?

Berikut ini, kami telah tuliskan beberapa cara mengusir cicak yang ampuh dan masuk akal.

1. Semprot dengan air deterjen

Gunakan air deterjen yang dimasukan ke dalam botol semprot bekas kispray untuk menyemprot cicak yang ada. Jika ada, Anda juga bisa gunakan racun nyamuk untuk menyemprotnya.

Dengan menyemprotkan cairan-cairan ini, tak lama cicak akan jatuh lemas dan Anda bisa langsung mengeluarkannya dari rumah.

2. Gunakan kapur barus

Selain berguna untuk mengusir kecoa, meletakan kapur barus juga bisa mengusir cicak dari dalam lemari pakaian. Anda juga bisa meletakannya di dalam lemari makanan agar makanan Anda tidak diendus-endus oleh binatang ini.

Bukankah Anda tidak pernah tahu apakah cicak bisa masuk ke dalam tudung saji Anda atau tidak?

3. Usir nyamuk dan serangga

Jika makanannya pergi, maka cicak pun pasti akan ikut pergi. Oleh karena itu, tak ada salahnya meletakan beberapa tanaman pengusir nyamuk di dalam rumah.

Tentunya, cara ini bisa dipadukan bersama teknik pengendalian nyamuk dengan cara-cara yang lain.

Tanaman Pengusir Nyamuk via Alamtani.com

4. Jaring di ventilasi

Cicak biasanya masuk ke dalam rumah melalui lubang-lubang ventilasi, seperti pada jendela atau pintu. Untuk mencegah hal itu terjadi berulang, pasanglah jaring di setiap ventilasi.

Selain sebagai cara mengusir cicak, jaring ini juga bisa mencegah berbagai jenis binatang pengganggu lainnya untuk menyelinap ke dalam rumah Anda.

5. Cuci piring kotor langsung

Jangan biasakan menumpuk piring kotor. Usahakan langsung cuci setelah digunakan agar tidak menjadi tempat cicak gula mencari makan.

Masih ingatkan dengan jenis cicak gula yang sering mencari makan di tempat pencucian piring?

6. Pasang AC

Cicak termasuk hewan berdarah panas. Ia tidak menyukai lingkungan dengan udara di bawah suhu ruang. Oleh karena itu, pasanglah AC di kamar atau ruangan tertentu di rumah Anda.

Usir Cicak dengan AC via Polytron.co.id

Cara ini terbukti sangat efektif untuk mengusir cicak. Tidak percaya? Coba perhatikan dinding di ruangan yang dipasang AC. Pasti sulit menemukan cicaknya!

Dengan menerapkan cara-cara di atas secara terpadu, in shaa Alloh jumlah cicak di rumah Anda akan berkurang. Dengan begitu, Anda tidak akan perlu khawatir lagi kejatuhan cicak atau terserang berbagai penyakit yang membahayakan keluarga.

Mungkin, itulah rangkaian informasi yang bisa kami sampaikan mengenai mitos kejatuhan cicak dan beberapa pengetahuan lainnya yang semoga bisa bermanfaat untuk menambah wawasan.

Jangan sungkan untuk berbagi pengalaman di kolom komentar dan silakan like share jika berkenan. Salam!

Bagikan GRATIS :

2 pemikiran pada “Kejatuhan Cicak”

  1. Kalo dipikir-pikir bener juga sih.
    Aku beberapa kali ngalamin kejatuhan cicak di kepala, faktanya yg katanya bakal sial, alhamdulillah gak terjadi.

    Memang, menurutku semuanya tergantung sugesti kita.

    Kalo kita berpikir arti kejatuhan cicak yang disebutin primbon itu bener, ya otomatis alam bawah sadar kita juga jadi terus berpikir negatif..

    … dan akhirnya, yang kita takutin jadi bener-bener terjadi.

    • Iya bener sekali Mas Deri. Kan ada istiilah : “Kamu adalah apa yang kamu pikirkan.”

      Makanya, kalau tiba-tiba mengalami kejatuhan cicak, jangan buru-buru berpikir negatif. Takutnya yang dikhawatirkan, malah benar-benar terjadi.

Tinggalkan komentar