Kuyang

Ada banyak jenis hantu yang dikenal dalam budaya masyarakat Nusantara. Salah satu di antaranya adalah hantu kuyang yang berasal dari budaya masyarakat Kalimantan.

Kamu mungkin pernah mendengar kisah tentang hantu ini dari obrolan seseorang di suatu waktu yang tidak kamu ingat kapan. Hal ini tentu sangat wajar, karena faktanya, hantu kuyang memang termasuk hantu yang sering diceritakan dengan beragam mitos yang menyelimutinya.

Di artikel berikut ini kita akan mengulas secara lebih mendalam seputar mitos-mitos tentang hantu kuyang tersebut beserta fakta-fakta yang berkaitan dengannya.

Untuk kamu yang ingin lebih tahu, silakan lanjutkan membaca!

Apa Itu Kuyang?

Kuyang adalah sesosok hantu wanita yang berwujud kepala tanpa tubuh dengan isi perut yang memburai. Wujud dari hantu ini bisa dilihat pada gambar yang telah kami sematkan berikut!

Gambar Penampakan Kuyang
Gambar Penampakan Kuyang

Hantu kuyang sangat familiar dalam budaya masyarakat Kalimantan, khususnya oleh orang-orang Banjar dan orang-orang Dayak. Namun, dalam budaya masyarakat Nusantara lainnya, hantu ini juga cukup dikenal, meski dengan sebutan dan karakteristik yang berbeda.

Di Sumatera Barat misalnya, ia dikenal dengan nama “Palasik atau Pelesit”. Di Bali, dikenal dengan nama “Leak”. Di Jawa Tengah, disebut “Gundul Pringis“. Sementara di Jawa Barat, dikenal dengan nama “Jurig Hulu”.

Konon, hantu ini memiliki kemampuan untuk terbang saat hendak mencari makan ketika malam tiba.

Makanannya sendiri adalah bayi-bayi yang baru lahir, darah yang keluar dari proses persalinan, ari-ari yang dikubur, hingga jenazah bayi yang sudah meninggal dan baru saja dimakamkan.

Asal Usul Hantu Kuyang

Merujuk pada legenda yang beredar dalam budaya masyarakat Dayak dan Banjar, diketahui bahwa asal usul kuyang berkaitan dengan seorang wanita yang menganut ilmu keabadian atau ilmu awet muda.

Asal Usul Hantu Kuyang
Asal Usul Hantu Kuyang

Jenis ilmu yang dianutnya ini, tak lain adalah golongan ilmu hitam yang sangat berbahaya untuk diamalkan.

Ilmu hitam tersebut bisa diperolehnya sendiri maupun dari warisan ibunya.

Yang paling sering ditemukan, adalah ilmu kuyang warisan. Pasalnya, ilmu ini konon adalah ilmu yang mau tidak mau harus diberikan secara turun temurun hingga 7 keturunan wanita.

Nenek ke ibu, ibu ke anak perempuan, anak perempuan ke anak perempuannya lagi, ke cucu perempuan, dan seterusnya.

Untuk mencapai keabadian atau setidaknya tetap awet muda, maka seorang penganut ilmu kuyang haruslah memakan bayi-bayi yang baru lahir setidaknya dalam satu purnama sekali.

Bila tidak ada bayi yang bisa dimakan, maka ia akan memakan darah yang keluar dari proses persalinan, ari-ari yang dikubur, hingga jenazah bayi yang sudah meninggal dan baru saja dimakamkan sebagai gantinya.

Ciri Ciri Hantu Kuyang

Seorang wanita penganut ilmu kuyang diceritakan akan hidup membaur dalam masyarakat.

Karena pada siang hari wujud mereka memang seperti wanita pada umumnya yang memiliki tubuh lengkap, tak mengherankan jika setiap orang tak akan menduga bahwa dirinya adalah seorang kuyang.

Wanita penganut ilmu kuyang juga akan berusaha menutupi identitas yang sebenarnya dengan berbagai macam tipu daya. Ia pun akan bersikap baik terutama pada ibu-ibu yang tengah hamil tua.

Meski pada siang hari penganut kuyang memiliki tubuh sebagaimana lazimnya manusia normal, namun kita tetap bisa mengenali seorang penganut ilmu kuyang lewat adanya 4 ciri utama.

Berikut keempat ciri tersebut:

1. Tidak memiliki alur di atas bibir

Ini adalah ciri yang paling kentara.

Ciri Tak Punya Lekukan di Atas Bibirnya
Ciri Tak Punya Lekukan di Atas Bibirnya

Seorang penganut ilmu kuyang konon tidak memiliki alur di atas bibir sebagaimana lazimnya wajah orang pada umumnya.

Lekukan yang terdapat di atas bibir atas tidak ditemukan pada wanita kuyang ini, terutama ia akan semakin terlihat jika sudah lama tidak memakan korban. Oleh karena itu, mereka akan berusaha menutupinya dengan cara terus tersenyum kepada orang yang dirasa mencurigainya.

2. Pakaiannya selalu besar

Ciri berikutnya bisa dilihat dari pakaian yang dikenakannya.

Badan seorang wanita kuyang konon akan penuh lubang jika kesaktiannya menurun akibat sudah lama tidak memakan bayi. Oleh karena itu, untuk menutupi borok di tubuhnya, pada kondisi tersebut ia akan selalu mengenakan pakaian besar seperti jubah ketika keluar rumah pada siang hari.

Kita perlu waspada jika mereka sudah mengenakan pakaian semacam ini, mengingat itu adalah pertanda bahwa dalam waktu dekat ia akan meminta korban.

3. Menyukai bayi

Sebagaimana wanita pada umumnya yang memang menyukai anak kecil atau bayi, wanita penganut kuyang juga demikian.

Akan tetapi, kesukaannya terhadap bayi kerap kali ditunjukan dengan cara yang berbeda.

Ia akan menggendong bayi yang akan dijadikan mangsanya, kemudian mengelus-elus kepalanya. Jika tak ada orang yang melihatnya, ia akan meniup ubun-ubunnya 3 kali sebagai tanda bahwa bayi itu sudah menjadi targetnya.

4. Penampilannya berubah-ubah

Ciri yang terakhir dan yang juga bisa diamati dengan mudah adalah dari penampilan wajahnya.

Penganut hantu kuyang sesekali akan terlihat tua dan berwajah keriput, namun kadang kali ia juga akan terlihat muda dan berseri.

Perubahan penampilan wajah tersebut tak lain adalah karena pengaruh ilmu yang dianutnya.

Jika wajahnya telah terlihat tua, itu menandakan bahwa ia sudah lama tidak memakan korban. Sementara jika wajahnya terlihat muda dan tanpa keriput, itu menandakan bahwa belum lama ini ia berhasil menjadikan seorang bayi sebagai santapannya.

Target dan Korban Kuyang

Sebagaimana telah disebutkan di awal bahwa hantu kuyang memiliki beberapa target korban sebagai sarana untuk mempertahankan ilmu awet muda yang dianutnya.

Keempat target korban hantu kuyang tersebut, di antaranya:

  • Bayi-bayi yang baru lahir,
  • Darah yang keluar dari proses persalinan,
  • Ari-ari (plasenta) yang dikubur,
  • Jenazah bayi yang sudah meninggal dan baru saja dimakamkan.

Dari keempat target di atas, bayi yang baru lahir merupakan target utamanya.

Target Utama : Bayi Baru Lahir
Target Utama : Bayi Baru Lahir

Konon, bagi kuyang, memakan bayi yang baru lahir dapat menjadikannya benar-benar bisa beralih rupa menjadi lebih mudah dalam waktu yang cukup lama, –sekitar 1 purnama.

Jika ia kesulitan mendapatkan bayi yang baru lahir, maka 3 target lainnya-lah yang akan jadi sasaran.

Ketiganya memang tak akan memberi efek pada perubahan wajahnya, tapi itu bisa membuatnya bertahan sampai bisa menemukan target utamanya di lain waktu.

Fenomena Bayi Hilang dalam Kandungan

Anda mungkin pernah mendengar fenomena hilangnya janin dari dalam kandungan.

Bayi Hilang dalam Kandungan
Bayi Hilang dalam Kandungan

Fenomena ini memang cukup sering terjadi, meski bagaimana proses terjadinya sendiri hingga sekarang masih belum bisa dijelaskan secara ilmiah. Karena hal itu, tak pelak para bidan atau dokter kehamilan yang memeriksa ibu yang kehilangan janinnya kerap menjadi bingung dan diam seribu bahasa saat menghadapi fenomena ini.

Fenomena janin bayi yang hilang dari dalam kandungan sendiri menurut mitos dan kepercayaan yang beredar di masyarakat, konon masih berkaitan dengan kuyang.

Seorang ibu yang mengalami janin hilang dipercaya telah menjadi korban dari keganasan kuyang. Bayi yang dikandungnya raib karena telah diambil secara magis oleh kuyang.

Janin yang hilang ini pun biasanya terjadi ketika usia kehamilan seorang ibu telah mencapai trimester akhir. Kondisi perut yang sudah besar tiba-tiba bisa menjadi kempes dalam seketika akibat si janin telah menjadi target santapan penganut ilmu kuyang.

Menurut mitos yang berkembang, ibu yang akan menjadi korban kuyang, pada beberapa bulan setelah kehamilannya akan mengalami mimpi buruk. Mimpi buruk tersebut biasanya berkaitan dengan datangnya seorang nenek tua yang meminta izin untuk tinggal di rumahnya.

Jika si ibu dalam mimpi itu mengizinkan, maka berarti ia telah mengizinkan bayinya untuk menjadi korban. Begitupun sebaliknya!

Video Penampakan Kuyang

Menurut pengertian orang awam, kuyang adalah mahluk jadi-jadian jelmaan seorang dukun wanita penganut ilmu hitam. Oleh karenanya, ia dianggap berbeda dengan jenis hantu lainnya yang memang hidup di alam ghaib saja dan hanya sesekali menampakan diri di alam manusia.

Merujuk pada pengertian awam tersebut, maka sudah pasti sikuyang memiliki fisik nyata -bisa dipegang atau diraba. Tak mengherankan bila kemudian ia bisa ditangkap sekaligus bisa terekam oleh kamera.

Salah satu contoh penampakan kuyang yang berhasil tertangkap kamera terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Timur belum lama ini.

Berikut ini video penampakan kuyang tersebut!

Kelemahan Kuyang

Meski memiliki kekuatan magis dan bisa terbang, kuyang faktanya disebut memiliki beberapa kelemahan.

Ia dianggap tidak suka dengan cahaya yang terlampau terang, benda-benda tajam, cabai, bawang merah dan putih, serta dengan keramaian.

Tidak diketahui bagaimana penjelasan mengapa kuyang takut dengan benda-benda tersebut, namun yang jelas kelemahan-kelemahan kuyang inilah yang kerap dimanfaatkan oleh orang-orang ketika menghadapi serangan hantu jadi-jadian ini di masa silam.

Di dalam budaya masyarakat Dayak Banua sendiri, ada sebuah tarian yang bernama “Tarian Belian” atau “Tarian Kuyang“. Tarian ini juga dianggap bisa menjadi pengusir hantu kuyang agar ia tidak mengganggu para penebang pohon di hutan atau para ibu yang tengah hamil besar.

Kelemahan Hantu Kuyang Dayak
Kelemahan Hantu Kuyang Dayak

Cara Agar Selamat dari Kuyang

Seorang ibu yang hamil besar memang selalu dianjurkan untuk menjaga kehamilannya dari berbagai risiko yang mungkin terjadi –termasuk risiko menjadi sasaran serangan sikuyang.

Oleh karena itu, diperlukan beberapa tindakan yang dianggap dapat menjaga si jabang bayi agar selamat hingga puput tali pusarnya di hari ke 7 setelah ia dilahirkan.

Beberapa tindakan tersebut di antaranya:

1. Membawa benda tajam dan bumbu-bumbuan

Seperti telah disebutkan di awal, benda-benda tajam dan berbagai jenis bumbu memang dipercaya bisa membuat kuyang segan untuk mendekat. Bukan hanya bagi masyarakat Kalimantan saja, ini juga dipercaya dalam berbagai budaya suku-suku lainnya di Nusantara.

Belum diketahui sejauh mana tingkat keampuhan benda-benda ini dalam menjaga seorang ibu dari serangan sikuyang, yang jelas banyak di antara ibu hamil saat ini yang tetap masih membawa benda-benda tersebut ketika bepergian.

Mereka biasanya menyiapkan satu kantong khusus dalam tasnya. Kemudian mereka mengisi kantong tersebut dengan gunting, jarum, silet atau semacamnya. Serta menambahkan bumbu-bumbu berupa bawang merah, bawang putih, dan cabai dalam jumlah yang sedikit.

2. Menghadapi seorang yang dicurigai penganut kuyang

Saat menghadapi seorang wanita yang diduga menganut kuyang, seorang ibu hamil dianjurkan untuk bersikap baik dan tidak khawatir. Penganut kuyang biasanya akan mendekati si ibu hamil dan mengelus-elus perutnya.

Dengan mengatakan bahwa “ini adalah anakmu juga” atau “ini adalah cucumu nek“, konon si penganut kuyang akan menggagalkan niatnya untuk melukai si jabang bayi.

3. Muyen hingga hari ke 7 setelah melahirkan

Kebiasaan muyen atau bergadang beramai-ramai di tempat kediaman orang yang baru saja melahirkan merupakan suatu kebiasaan yang lumrah dikerjakan hingga saat ini.

Kebiasaan ini bukanlah tanpa alasan. Ini dilakukan tak lain adalah untuk melindungi si bayi yang masih lemah, terutama dari serangan mahluk halus yang mungkin saja mengintainya.

Dengan bergadang beramai-ramai, maka sudah pasti hantu kuyang akan takut untuk mendekati rumah sasarannya, apalagi sampai mengambil si bayi dari pangkuan ibunya.

4. Menerangi ari-ari bayi yang sudah dikubur

Ari-ari atau plasenta yang baru dikubur merupakan salah satu target sikuyang untuk mempertahankan atau meningkatkan kemampuan ilmu hitamnya. Oleh karena itu, ari-ari ini juga harus dijaga agar jangan sampai dicuri oleh si kuyang.

Ari-Ari Diterangi Lampu selama 7 Hari
Ari-Ari Diterangi Lampu selama 7 Hari

Meski secara fisik, ari-ari ini memang tampak sudah tidak lagi bermanfaat, namun secara spiritual sejatinya ari-ari ini adalah kawan bagi si bayi sejak dalam kandungan, sehingga perlu dijaga jangan sampai hilang.

Untuk mencegah kuyang memakan ari-ari bayi yang sudah dikubur, biasanya orang dulu meletakan lampu templok di atasnya dan menutupnya dengan kurungan ayam.

Lampu teplok digunakan untuk menerangi kuburan ari-ari dan melindunginya dari serangan si hantu Kalimantan ini, sementara kurungan ayam berfungsi untuk mencegah hewan mendekat.

5. Mengamalkan doa penangkal kuyang

Keempat cara di atas adalah cara-cara tradisional yang dipercaya secara turun temurun sejak zaman nenek moyang dulu.

Di era sekarang ini, tentu akan lebih baik bila kita juga meminta perlindungan kepada Sang Pencipta lewat doa-doa yang kita panjatkan kepada-Nya.

Bagi Anda yang muslim, berikut ini adalah salah satu doa mohon perlindungan yang mudah-mudahan bisa menjadi penangkal gangguan kuyang atau mahluk-mahluk gaib lainnya yang mencoba mengganggu bayi Anda.

Doa Penangkal Kuyang
Doa Penangkal Kuyang

“Ya Allah, sungguh aku berlindung pada‐Mu dari sesuatu yang aku tidak tahu hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun serta tidak menaruh belas kasihan padaku, niscaya aku termasuk orang‐orang yang merugi.”

QS. Hud : 47

Doa tersebut bisa ditemukan dalam QS. Hud : 47. Sebaiknya ia dibaca sesering mungkin, terutama ketika ada perasaan tidak enak atau disaat-saat yang mustajab.

Semoga dengan mengamalkan doa ini, Anda dapat terhindar dari segala macam gangguan mahluk halus dalam menghadapi kehamilan Anda, sehingga bayi lahir dengan sehat dan ibunya bisa selamat.

Nah, mungkin sampai disini dulu, pembahasan lengkap yang bisa kami jabarkan tentang apa itu kuyang dan segala mitos atau fakta yang berkaitan dengannya.

Semoga pembahasan ini dapat bermanfaat dan bisa menjadi renungan untuk kita semua.

Salam!

Bagikan GRATIS :

Satu pemikiran pada “Kuyang”

Tinggalkan komentar