Wewe Gombel

Dalam belantika mitologi nusantara, dikenal berbagai jenis hantu dengan wujud, perilaku, dan asal usul yang beraneka rupa.

Salah satu di antaranya adalah hantu wewe gombel atau yang juga dikenal dengan nama kalong wewe.

Wewe gombel? Kalong wewe? Apaan tuh?!

Faktanya ….

Di masa sekarang ini, kisah-kisah tentang kalong wewe memang sudah semakin jarang didengar. Tak heran bila kemudian hanya sebagian kecil orang yang mengenali mitos tentang sosok hantu ini.

Kepopulerannya kian tergerus oleh perkembangan zaman dan ketenaran beragam jenis hantu lainnya.

Nah, jika Anda tertarik untuk mengetahui seperti apa sosok hantu wewe gombel beserta mitos-mitos lain yang berkaitan dengannya, silakan simak pembahasan artikel berikut ini!

Wujud Wewe Gombel

Wewe gombel adalah sosok roh wanita jahat yang sangat dikenal dalam budaya masyarakat Jawa.

Hantu ini digambarkan memiliki wajah yang buruk rupa, gigi taring yang panjang, lidah menjulur, mata membelalak, rambut panjang dan acak-acakan, serta tubuh tanpa busana yang berkulit hitam dengan dipenuhi dengan luka mengoreng.

Ciri fisik yang paling menonjol dan membedakannya dari jenis hantu lainnya adalah bagian payudaranya.

Hantu Wewe Gombel
Hantu Wewe Gombel

Konon, wewe gombel memiliki payudara yang besar dan sangat panjang. Payudaranya disebut bisa menggelambir hingga ke lutut –sangat tidak lazim.

Dalam versi lainnya, wewe gombel juga disebut memiliki sayap. Ia bisa terbang kesana kemari dengan sayapnya yang hitam. Wujudnya digambarkan mirip dengan kalong atau kelelawar besar. Karena itulah hantu ini kemudian sering mendapat julukan lain, yaitu kalong wewe.

Lebih lanjut, wewe gombel dikisahkan memiliki kebiasan seperti hantu sundel bolong, yaitu menculik anak kecil yang masih bermain di luar rumah saat malam hari, terutama pada waktu maghrib.

Kebiasaan ini juga tampak hampir serupa dengan hantu kuntilanak.

Bedanya ….

  1. Bila kuntilanak dipercaya hanya mau menculik bayi dan tidak akan mengembalikannya,
  2. Hantu kalong wewe justru disebut hanya mau menculik anak kecil dan masih mau mengembalikannya ketika orang tua si anak sudah bertaubat untuk mau mengurus anaknya secara lebih baik.

Mitos Wewe Gombel

Eksistensi hantu wewe gombel hingga kini masih menjadi perdebatan. Ada yang mempercayai keberadaannya, ada pula yang tidak.

Bagi yang tidak percaya, hantu wewe gombel dianggap hanya sebagai tokoh fiktif yang sengaja diciptakan oleh orang tua dulu untuk menakut-nakuti anak-anaknya agar tidak bermain di luar rumah ketika malam hari.

Jika anak-anak itu takut, maka saat malam mereka pasti akan tetap berada di dalam rumah. Mereka lebih mudah diawasi dan waktu malam yang panjang pun bisa mereka gunakan untuk belajar atau mengaji.

….. Sementara bagi yang percaya, hantu wewe gombel diyakini memang bisa benar-benar datang dan menculik anak-anak di malam hari. Kemunculan sosok wewe ini sendiri, konon diawali dengan kisah asal usul yang cukup tragis dan mengerikan.

Asal Usul Wewe Gombel

Menurut mitos yang berkembang, asal usul hantu wewe gombel sendiri diceritakan berasal dari seorang janda yang mati gantung diri di hutan.

Ia memutuskan bunuh diri lantaran suami yang dicintainya telah meninggalkannya, menikah dengan wanita lain.

Si suami tersebut menikah lagi bukan tanpa alasan. Konon, ia memutuskan untuk kawin lagi karena setelah bertahun-tahun membina hubungan rumah tangga, ia tak kunjung dikaruniai anak.

Istrinya yang kemudian mati gantung diri itu sendiri pun, sebetulnya bukannya tanpa usaha.

Berbagai cara telah ia lakukan, karena ia juga sangat mendambakan kehadiran buah hati. Namun, nyatanya takdir belum berpihak padanya. Meski ia sangat menyukai anak-anak dan begitu berharap untuk bisa hamil, namun Tuhan ternyata berkehendak lain.

Wanita itupun akhirnya frustasi dan depresi. Setelah keinginannya hamil tidak kunjung terlaksana, suaminya malah mencampakannya –menjadikannya sebagai seorang janda, dan menikah dengan wanita lain.

Di tengah kegundah-gulanaannya itu, wanita tersebut akhirnya bunuh diri. Ia gantung diri pada sebuah pohon aren yang terdapat di tengah hutan wilayah perbukitan Jawa Tengah.

Selanjutnya, arwahnya pun penasaran, menjadi sesosok hantu bernama wewe gombel.

Pohon Aren
Pohon Aren

Note : Pohon aren hingga kini dianggap sebagai rumah bagi hantu wewe gombel. Sebagaimana lazim ditemui, 2 pohon aren memang kerap ditemukan berdampingan di lokasi yang berdekatan. Konon, 2 pohon aren yang tumbuh berdampingan ini adalah tempat bagi wewe gombel meletakan kedua payudaranya yang panjang. Faktanya, memang sangat jarang ditemukan di suatu wilayah yang hanya terdapat 1 pohon aren saja.

Kalong Wewe si Hantu Penculik Anak

Wewe gombel memang dikenal sebagai hantu penculik anak. Ia menculik anak-anak yang jauh dari pengawasan orang tuanya saat malam hari.

Di zaman dahulu, saat belum ada listrik, anak-anak memang terbiasa menghabiskan waktu malamnya dengan bermain bersama teman-teman di luar rumah. Mereka kerap bisa bermain hingga nyaris larut malam jika tidak diingatkan.

…. Anak-anak semacam inilah yang biasanya menjadi sasaran wewe gombel.

Wewe gombel biasanya menculik salah satu di antara mereka dan membawanya ke hutan. Si anak bisa dibawanya dengan cara mengikatnya menggunakan payudaranya yang panjang.

Konon, si anak yang diculik wewe gombel bisa berhari-hari lamanya disembunyikan. Ia tidak akan disakiti, karena sejatinya wewe gombel adalah sosok penyayang pada anak kecil. Wewe gombel hanya menjadikan anak yang diculiknya sebagai pelampias keinginannya memiliki momongan.

Setelah beberapa hari, wewe gombel biasanya akan mengembalikan anak itu kepada orang tuanya –dengan cara yang terkadang aneh.

Kisah Nyata Penculikan Anak oleh Wewe Gombel

Kisah tentang penculikan anak oleh sosok hantu wewe gombel, faktanya bukan sekali dua kali terjadi –setidaknya pada masa silam. Di era modern setelah listrik banyak dipasang di kampung-kampung sekarang ini, kisah-kisah sejenis sudah semakin jarang ditemui.

Saya sendiri memiliki sebuah kisah nyata penculikan anak oleh wewe gombel yang bersumber dari cerita kakek saya. Kejadiannya terjadi pada saat kakek saya masih kecil

Anda boleh percaya, boleh juga tidak mempercayai cerita ini.

Hanya saja, saya sendiri sangat percaya dengan apa yang dituturkan oleh kakek saya yang hingga kini masih hidup meski usianya sudah mendekati 1 abad.

Awal Cerita Penampakan Wewe Gombel

Kisah itu terjadi di sekitar tahun 1930-an di sebuah kampung di Klaten, Jawa Tengah, saat usia kakek saya baru menginjak 7 tahun.

Pada masa itu, Belanda masih menjajah Nusantara. Wajar, jika kampung kakek masih gelap gulita karena listrik masih belum dipasang.

Kala itu, kakek memang kerap menghabiskan waktu malamnya dengan bermain bersama teman-teman sebayanya di luar rumah. Yang paling sering, mereka bermain api unggun.

Api Unggun
Api Unggun

Api unggun yang mereka buat tak lain adalah untuk menerangi tempat permainan yang pekat gelap gulita.

Api unggun dinyalakan dengan terlebih dahulu mengumpulkan belukang atau pelepah pohon kelapa kering. Anak-anak sepermainan kakek kerap berbagi tugas untuk mencari pelepah kelapa ini di semak-semak atau kebun milik penduduk.

Bila sudah terkumpul banyak, barulah kemudian api dinyalakan dan mereka bisa bermain sepuasnya hingga rasa kantuk mulai terasa.

Begitulah malam-malam kakek dihabiskan semasa kecil.

Suatu ketika, hal aneh terjadi.

Saat mencari pelepah kelapa, salah satu teman kakek –Wakidi namanya- hilang tak tahu kemana. Orang tuanya resah dan tak tahu harus berbuat apa. Semua teman yang bermain dengan Wakidi ditanyai satu persatu, tak ada yang tahu kemana Wakidi pergi. Ia hilang dan tak ditemukan meski seluruh warga kampung mencarinya hingga fajar menjelang.

Malam-malam berlalu, pencarian pun terus dilakukan, namun Wakidi teman kakek belum juga bisa ditemukan.

Malam Ke-7

Suatu malam, tepatnya malam ke-7, seluruh kerabat keluarga Wakidi dari kampung lain datang. Bersama dengan warga kampung, semuanya mengadakan doa bersama memohon kepada Tuhan agar diberikan petunjuk kemana Wakidi pergi.

Di malam ke tujuh itulah -seingat kakek- terakhir kalinya pencarian Wakidi dilakukan. Setelah menggelar doa bersama, seluruh pria dewasa yang hadir bahu membahu, menyisir perkampungan dan hutan di sekitar untuk menemukan keberadaan Wakidi.

Pencarian Korban Penculikan Wewe Gombel
Pencarian Korban Penculikan Wewe Gombel

Kentongan dan beragam peralatan dapur lainnya dipukul. Obor-obor menyala dengan sangat terang. Teriakan-teriakan bersahut-sahutan memanggil-manggil nama Wakidi. Namun sayang seribu sayang, kembali hingga Fajar, batang hidung Wakidi masih juga tak tampak.

Pencarian pun dihentikan. Orang tua Wakidi diminta bersabar dan mengikhlaskan hilangnya si anak. Namun, tentu tak semudah itu, lebih-lebih Wakidi adalah anak pertama mereka.

Masih di hari yang sama, tepatnya waktu Shubuh. Seorang tetua yang biasa adzan di surau kampung sebelah mendapati hal yang mencengangkan.

Seorang anak ditemukannya tertidur pulas di dalam bedug tepat ketika tetua itu hendak menabuh bedug untuk membangunkan orang-orang untuk sholat.

Ia merasa aneh, bedug yang biasanya nyaring saat ditabuh, kala itu suaranya “mendem”. Dilihatnyalah ke dalam bagian belakang. Ternyata, ada seorang bocah yang sedang pulas berada di dalamnya.

Kisah Penemuan Hantu Wewe Gombel
Kisah Penemuan Hantu Wewe Gombel

Wakidi yang Diculik Wewe Gombel, Ditemukan!

Orang tuanya senang bukan kepalang. Anak yang begitu disayanginya yang dikira sudah tak akan lagi dijumpai, kini kembali kepangkuannya.

Menurut cerita Wakidi, ia mengaku diajak bermain oleh seorang ibu cantik dan baik hati. Selama bermain, apa yang diingini Wakidi selalu dituruti, entah itu berupa makanan, mainan, atau hal-hal lainnya.

Yang aneh, Wakidi merasa bahwa ia baru bermain sebentar saja dengan ibu cantik itu. Padahal, ia telah hilang 1 minggu lamanya.

Sejak kisah disembunyikannya Wakidi oleh hantu wewe gombel, anak-anak di kampung kakek menjadi takut untuk keluar malam. Mereka akhirnya lebih memanfaatkan waktu malam hari untuk belajar di rumah masing-masing, bersenda gurau dengan keluarga, atau mengaji ke rumah mbah kyai.

Hantu wewe gombel yang menjadi mitos dan cerita di masyarakat kampung kakek pun tak pernah menampakan wujudnya. Bahkan hingga kakek kini sudah berusia senja.

Cara Mencegah Datangnya Wewe Gombel

Wewe gombel konon termasuk hantu yang jarang menampakan diri, baik itu di masa silam, lebih-lebih di masa sekarang ini.

Namun, bukan berarti tak pernah ada orang yang nyata-nyata melihat sosoknya. Keberadaannya juga dibuktikan dengan adanya banyak kisah mistis penculikan anak yang akhirnya kembali.

Untuk mencegah datangnya wewe gombel atau mencegahnya menculik anak-anak kita, ada beberapa petuah leluhur dulu yang konon cukup ampuh dan bisa diamalkan.

Beberapa petuah tersebut yaitu:

  1. Jangan membiarkan anak-anak bermain di luar rumah tanpa pengawasan, terlebih jika sudah larut malam.
  2. Tutup pintu dan jendela saat maghrib, dan usahakan semua anggota keluarga sudah berada di dalam rumah.
  3. Untuk keluarga yang masih memiliki bayi, usahakan saat maghrib bayi tersebut dipangku. Jangan biarkan ia tidur, lebih-lebih tidur sendirian.
  4. Lakukan ibadah sholat malam dan pengajian secara rutin dan ajarkan anak-anak tentang agama.
  5. Dan yang paling penting, selalu awasi aktivitas anak dan nasihati mereka agar menjadi anak yang sholeh dan penurut.

Pada beberapa kasus penculikan anak oleh wewe gombel, orang-orang kerap mencari anak yang hilang dengan memukul-mukul kentongan dan wajan sambil berkeliling hutan membawa obor. Cara ini konon cukup efektif untuk membuat wewe ketakutan dan mau mengembalikan anak yang diculiknya.

Wewe Gombel Dalam Perspektif Islam

Wewe Gombel Dalam Perspektif Islam

Al Quran yang menjadi rujukan utama umat Islam dalam menghadapi kehidupan dan memecahkan permasalahan-permasalahan hidup, tidak menyebutkan atau menjelaskan secara spesifik jenis-jenis hantu, dedemit, dan semacamnya. Apa lagi sampai membahas tentang karakteristiknya.

Namun begitu, menurut penuturan para ulama, berbagai jenis hantu yang mungkin muncul dan menampakan diri adalah salah satu penjelmaan jin atau syetan yang hendak menyesatkan akidah umat manusia.

Hantu dan Jin dalam Islam

Kita dan jin sama-sama mahluk Alloh. Bahkan, kita adalah ciptaan-Nya yang paling sempurna. Tidak ada hal lain yang membuat golongan mereka melebih kita, kecuali bahwa mereka bisa melihat kita, sementara kita tak bisa melihat mereka.

Alloh berfirman:

“Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan, sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu dari surga; ia menanggalkan pakaiannya dari keduanya untuk memperlihatkan–kepada keduanya–‘auratnya. Sesungguhnya, iblis dan golongannya bisa melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka.”

Qs. Al-A’raf:27

Dari fiman Alloh tersebut, kita bisa mengambil hikmah bahwa jin memang tidak bisa kita lihat. Hanya saja, mereka bisa menampakan dirinya dengan wujud tertentu yang bukan aslinya.

Kita tidak boleh terpedaya dengan berbagai wujud yang ditampakan oleh mereka, termasuk wujud hantu wewe gombel yang telah dibahas di awal.

Maksud dan tujuan jin menampakan wujudnya sendiri, dalam Islam bisa diartikan ke dalam 2 hal, yaitu bermaksud jahat dan berbuat iseng.

Doa Mohon Perlindungan

Terlepas dari kedua tujuannya itu, kita sebagai muslim dianjurkan untuk membaca doa khusus ketika menjumpai mereka.

Berikut doa tersebut sebagaimana diambil dari salah satu hadist riyawat Ahmad.

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِى لاَ يُجَاوزُهُنَّ بَرٌّ وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِى الأَرْضِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلاَّ طَارِقاً يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ

Artinya : “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak akan dilewati oleh orang baik dan orang durhaka, dari kejahatan apa yang diciptakan dan dijadikan-Nya, dari kejahatan apa yang turun dari langit dan yang naik ke dalamnya, dari kejahatan yang tumbuh di bumi dan yang keluar darinya, dari kejahatan fitnah-fitnah malam dan siang, serta dari kejahatan-kejahatan yang datang (di waktu malam) kecuali dengan tujuan baik, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”

HR. Ahmad

Semoga dengan mengamalkan doa tersebut, kita semua dapat dijauhkan dari segala macam keburukan dan kejahatan, utamanya yang bersumber dari golongan jin. Amiin.

Nah, demikianlah ulasan dan informasi yang bisa kami sampaikan mengenai mitos hantu wewe gombel dan berbagai fakta yang menyelimutinya.

Setelah membaca  artikel ini, percayakah Anda dengan keberadaan sosoknya?

Tinggalkan komentar